Logo Harian.news

Pameran Seni Rupa REVOLUSI ESOK PAGI Akan Kembali Digelar

Editor : Andi Awal Tjoheng Sabtu, 14 Juni 2025 11:04
Pameran seni rupa Revolusi Esok Pagi #6 digelar 21-25 Juni 2025 di Makassar, angkat tema Post-Truth, didahului workshop penulisan kreatif seni || flyer
Pameran seni rupa Revolusi Esok Pagi #6 digelar 21-25 Juni 2025 di Makassar, angkat tema Post-Truth, didahului workshop penulisan kreatif seni || flyer
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pameran seni rupa Revolusi Esok Pagi (REP) akan kembali diadakan bulan Juni ini. Demikian dikemukakan Ketua Panitia pameran REP #6, Muhammad Fadly Saleh, di Makassar, 14 Juni 2025.

Namun ditambahkan, sebelum pelaksanaan pameran Revolusi Esok Pagi #6 itu, akan didahului dengan kegiatan Workshop Menarasikan Seni Rupa dalam Penulisan Kreatif. Kegiatan workshop ini merupakan kerjasama dengan Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Lewat Workshop di Lantebung, Anjaliekhan Dorong Ibu Pengolah Kepiting Naik Kelas

Rusdin Tompo, Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan, menyambut positif kolaborasi ini. Sebab, katanya, karya seni rupa juga butuh dinarasikan, bisa dalam bentuk reportase, esai atau dalam bentuk tulisan kreatif lainnya.

Penulisan ini bisa bagian dari publikasi, edukasi maupun gerakan literasi bersama.

“SATUPENA Sulawesi Selatan menyambut baik kerjasama ini. Sehingga diharapkan nanti dapat membantu memajukan ekosistem seni rupa kita,” terang Rusdin Tompo.

Baca Juga : Fadly Padi, Swinburne & Unhas Ubah Pertanian Kota Lewat Workshop Canggih Ini

Workshop penulisan kreatif terkait seni rupa itu, akan diadakan sehari, pada Ahad, 15 Juni 2025. Ada dua narasumber yang akan berbagai pengalaman kepenulisan, yakni Rusdin Tompo, Koordinator SATUPENA, dan Maysir Yulanwar, penulis, desain grafis dan pekerja buku.

Peserta workshop, kata Fadly, terdiri dari mahasiswa, karyawan Hotel Claro, marketing Vida View dan dosen.

Fadly, yang juga seorang akademisi itu menjelaskan, Pameran Revolusi Esok Pagi (REP) merupakan pameran seni rupa yang berlangsung setiap tahun sejak tahun 2020.

Baca Juga : Workshop Decoupage: Ibu-Ibu Selayar Kini Lebih Mandiri

“Pameran ini lahir ketika virus Corona melanda dunia dan kita semua dipaksa untuk bertahan hidup dengan kekacauan yang terjadi. Pameran ini sebagai bentuk perlawanan atas keadaan saat itu, sekaligus untuk melepaskan belenggu yang dihadapi,” terang pengajar pada Fakultas Teknik Universitas Teknologi Sulawesi itu.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda