Baca Juga : Bupati Jeneponto Lantik 3 Pejabat Eselon: Tekankan Profesionalisme & Keterbukaan terhadap Kritik
Baca Juga : Lontara Project PB-HPMT Siap Gelar Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jeneponto
HARIAN.NEWS, JENEPONTO — Pemerintah Kabupaten Jeneponto memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya berada dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau untuk tidak berbelanja secara berlebihan atau panic buying yang berpotensi memicu antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Jumat (11/9/2026).
Baca Juga : Bupati Jeneponto Lantik 3 Pejabat Eselon: Tekankan Profesionalisme & Keterbukaan terhadap Kritik
Baca Juga : Lontara Project PB-HPMT Siap Gelar Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jeneponto
Imbauan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si., selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dan Pengawasan Penyaluran BBM Kabupaten Jeneponto, usai meninjau langsung tiga SPBU
Baca Juga : Bupati Jeneponto Lantik 3 Pejabat Eselon: Tekankan Profesionalisme & Keterbukaan terhadap Kritik
Baca Juga : Lontara Project PB-HPMT Siap Gelar Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jeneponto
Baca Juga : Kominfo Jeneponto Sosialisasikan Instrumen SAQ Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026
Berdasarkan pemantauan di lapangan, Satgas tidak menemukan indikasi kelangkaan maupun pengurangan pasokan dari pihak Pertamina. Sebaliknya, volume penyaluran BBM ke SPBU justru mencatatkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Lantik 3 Pejabat Eselon: Tekankan Profesionalisme & Keterbukaan terhadap Kritik
Baca Juga : Lontara Project PB-HPMT Siap Gelar Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jeneponto
“Dari tiga SPBU yang kami pantau, tidak ada kelangkaan BBM. Yang terjadi adalah antrean akibat panic buying masyarakat. Pasokan dari Pertamina justru bertambah,” tegas Aspa Muji
Baca Juga : Bupati Jeneponto Lantik 3 Pejabat Eselon: Tekankan Profesionalisme & Keterbukaan terhadap Kritik
Baca Juga : Lontara Project PB-HPMT Siap Gelar Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jeneponto
Ia menjelaskan bahwa antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU murni dipicu oleh lonjakan pembelian secara bersamaan akibat kepanikan masyarakat terhadap rumor kelangkaan, bukan karena keterbatasan pasokan.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Lantik 3 Pejabat Eselon: Tekankan Profesionalisme & Keterbukaan terhadap Kritik
Baca Juga : Lontara Project PB-HPMT Siap Gelar Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jeneponto
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Untuk menjaga ketertiban distribusi, Pemkab Jeneponto memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi guna mengantisipasi tindakan spekulatif dan penyalahgunaan. Satgas akan menindak tegas kendaraan yang melakukan pengisian berulang melebihi kuota harian yang ditetapkan.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Lantik 3 Pejabat Eselon: Tekankan Profesionalisme & Keterbukaan terhadap Kritik
Baca Juga : Lontara Project PB-HPMT Siap Gelar Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jeneponto
Selain BBM, pengawasan ketat juga diberlakukan pada rantai distribusi LPG 3 kilogram. Langkah ini diambil untuk memastikan komoditas bersubsidi tersebut tepat sasaran dan hanya dinikmati oleh rumah tangga penerima manfaat serta usaha mikro yang berhak.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Lantik 3 Pejabat Eselon: Tekankan Profesionalisme & Keterbukaan terhadap Kritik
Baca Juga : Lontara Project PB-HPMT Siap Gelar Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jeneponto
Pemkab Jeneponto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi, dan membeli BBM maupun LPG sesuai kebutuhan wajar. Satgas bersama pihak terkait dipastikan akan terus mengawal kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah Jeneponto.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Lantik 3 Pejabat Eselon: Tekankan Profesionalisme & Keterbukaan terhadap Kritik
Baca Juga : Lontara Project PB-HPMT Siap Gelar Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jeneponto
Penulis : Aswin
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
