HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Para pedagang sapi yang menjajakan jualannya di sepanjang jalan Hertasning Baru menuju bundaran Universitas IsIam Negeri (UIN) Samata Gowa mulai meresahkan pengguna jalan.
Dari pantauan Harian,News, pedagang sapi yang ada disana menjajakan jualannya bervarian, mulai dari sapi lokal maupun simmental.
Baca Juga : Pemuda Gowa Dirikan Rumah Baca dan Gerakkan Aksi Iklim, Kini Masuk Nominator Kalpataru 2026
Namun, aktivitas itu justru meresahkan pengguna jalan. Menurut Lila (25) saat diwawancarai mengatakan, pedagang harus lebih memperhatikan lokasi dan kandang sapi agar tidak menganggu aktivitas jalanan umum.
“Sudah mau Idul adha, penjual sapi harus lebih perhatikan buat pagar disamping jalan biar sapinya tidak keluar ke jalan,”
Selain itu, Lila juga mengaku khawatir dengan keselamatan saat melewati jalan Hertasning baru karena ternak yang ada di bahu jalan.
Baca Juga : Forum Solidaritas Kontraktor dan Aplikator Sulsel Gelar Perkemahan “Menembus Batas” di Gowa
“Karena kadang saya takut bawa motor di jalan Hertasning Baru karena sapi di bahu jalan, nanti tiba-tiba ikatan di pohon lepas bisa bisa kita tabrak,” ujarnya.
Tak hanya itu, Lila juga meminta agar pedagang lebih memperhatikan kebersihan, pasalnya jalan adalah milik umum dan difungsikan untuk dilewati bukan sebagai tempat aktivitas jual beli sapi.
“Itu bahu jalan di pake untuk pejalan kaki, paling utama itukan jalanan untuk tempat lintasan bukan untuk jualan jadi setidaknya kalau menjual harus perhatikan kotoran sapinya saat dibawa, atau yang dijual, karena kita yang lewati juga mulai ada kotoran sapi,” tutupnya
Baca Juga : Melalui CSR, Pegadaian Salurkan Bantuan Renovasi Masjid di Bissoloro Gowa
(NURSINTA)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
