HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sejarah adalah bagian tak terpisahkan dari identitas suatu bangsa, dan Makassar tidak boleh melupakannya. Pesan ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, saat membuka Forum Rencana Strategis (Renstra) 2025-2029 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Selasa (18/3/2025).
Mengusung tema ‘Kebudayaan sebagai Pilar Pembangunan Kota Makassar’, forum ini menitikberatkan pada upaya memperkuat seni, budaya, digitalisasi, dan etnotourisme sebagai bagian dari strategi pembangunan kota.
Baca Juga : Resmi Dibuka, Taro Waterpark Makassar Tawarkan Wisata Edukasi Anak
Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan pentingnya sejarah sebagai bagian dari identitas Makassar yang harus dijaga dan dilestarikan.
“Sejarah adalah bagian dari perjalanan kita. Jangan pernah melupakannya. Kebudayaan kita tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman. Mari bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya kita,” tegasnya.
Aliyah juga menekankan pentingnya Museum Kota Makassar sebagai pusat edukasi sejarah bagi masyarakat dan wisatawan.
Baca Juga : Trotoar Makassar Belum Inklusif, Dikuasai PKL dan Parkir Liar
“Saya berharap setiap wisatawan yang datang ke Makassar diarahkan untuk mengunjungi museum ini. Ini bukan hanya untuk meningkatkan kunjungan, tetapi juga untuk menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya kita,” ujarnya.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menjaga, merawat, dan membenahi Museum Kota Makassar, agar tetap menarik serta menjadi pusat edukasi sejarah yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas, menekankan pentingnya mengembangkan etnotourisme untuk menjadikan Makassar sebagai kota tua yang lebih hidup.
Baca Juga : RMC Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan di Makassar, Siapkan Standar International hingga Promo Menarik
“Kami ingin mengangkat kembali sejarah dan budaya Makassar melalui strategi ini. Makassar bukan hanya kota modern, tetapi juga kota bersejarah yang kaya akan warisan budaya,” ungkapnya.
Setelah forum berlangsung, Aliyah Mustika Ilham menyempatkan diri berkeliling Museum Kota Makassar, melihat berbagai koleksi peninggalan sejarah seperti buah pala dan cengkeh, peluru meriam, serta berbagai dokumen bersejarah. Lukisan para wali kota yang pernah memimpin Makassar juga terpajang rapi, mengingatkan perjalanan panjang kota ini.
Forum ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran kebudayaan dan sejarah sebagai bagian integral dari pembangunan Kota Makassar. Dengan semakin eratnya hubungan antara pembangunan kota dan pelestarian budaya, Makassar diharapkan tidak hanya maju secara infrastruktur tetapi juga tetap berakar kuat pada sejarah dan identitasnya.
Baca Juga : Unismuh Makassar Apresiasi Pemenang Lomba Video Ramadan, Ini Daftar Juara
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

