HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat sektor pariwisata dengan pendekatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Upaya ini tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan kalangan akademisi.
Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui kerja sama antara Dinas Pariwisata Kota Makassar dan Direktorat Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bosowa.
Kemitraan ini difokuskan untuk memperkuat fondasi pengembangan pariwisata berbasis riset dan inovasi.
Pengembangan pariwisata di Makassar kini diarahkan pada integrasi berbagai potensi daerah, mulai dari warisan sejarah, budaya lokal, kawasan sungai, hingga pesisir dan kekayaan alam lainnya. Seluruh elemen tersebut dirancang menjadi satu kesatuan destinasi yang saling terhubung dan saling menguatkan.
Dalam implementasinya, kerja sama ini mencakup berbagai aspek, seperti penelitian dan kajian kepariwisataan, pendampingan pembangunan destinasi, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan.
Selain itu, penerapan teknologi tepat guna juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan pariwisata yang lebih efektif.
Transformasi menuju konsep smart tourism menjadi salah satu fokus utama.
Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menghadirkan sistem pengelolaan destinasi yang lebih modern, efisien, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya pengembangan wisata berbasis budaya dan keberlanjutan, termasuk pemanfaatan energi terbarukan dan penyediaan fasilitas dasar seperti air bersih.
Perencanaan pengembangan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari skala makro hingga mikro, dengan melibatkan sektor pendukung seperti transportasi, ekonomi kreatif, lingkungan, dan infrastruktur. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih beragam dan berkualitas.
Ke depan, Pemkot Makassar menargetkan peningkatan lama tinggal wisatawan serta memperluas ragam destinasi yang ditawarkan. Selain itu, penguatan ekosistem smart tourism yang terintegrasi menjadi salah satu prioritas utama.
Melalui kolaborasi ini, pengembangan pariwisata Makassar tidak lagi semata bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga diperkuat dengan riset dan inovasi.
Harapannya, langkah tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun keberlanjutan lingkungan.
Dengan strategi tersebut, Makassar optimistis mampu tampil sebagai destinasi wisata yang kompetitif, modern, dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.
(IBN)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
