Logo Harian.news

Pemkot Optimis Program Lorong Wisata Raih Penghargaan

Editor : Redaksi Sabtu, 12 Agustus 2023 01:34
Pemkot Optimis Program Lorong Wisata Raih Penghargaan
APERSI

MAKASSAR, HARIAN.NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar optimistis program Lorong Wisata (longwis) meraih penghargaan pada event Indonesia Awards iNews TV. Penganugerahan ini akan diuji dan diumumkan dalam waktu dekat.

Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, mengatakan pihaknya yakin program unggulan Pemkot Makassar ini dapat meraih penghargaan dalam event iNews.

Baca Juga : IKA Unhas Kolaborasi Pemkot, Salurkan Ratusan Sembako untuk Garda Terdepan Kota

Danny Pomanto menjelaskan Longwis sendiri merupakan program serial lorong yang dimulai semenjak periode pertamanya.

Dari awalnya merupakan program Lorong Bersih, Lorong Sehat, Lorong KB, Lorong Inflasi, Smart Lorong, Badan Usaha Lorong, Lorong Garden, dan yang terakhir ialah Longwis.

“Longwis ini merupakan sebuah multiinovasi yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan sehingga masyarakat diberdayakan dengan adanya kemandirian berwirausaha di lorong-lorong,” kata Danny Pomanto di sela-sela penjurian Indonesia Awards iNews TV secara virtual terkait program dan inovasi Pemkot Makassar di kediaman Wali Kota Makassar, Jalan Amirullah, Kamis (10/8/2023).

Baca Juga : Safari Ramadan di Rappocini, Wali Kota Munafri Ajak Warga Perkuat Sinergi Bangun Makassar

Danny Pomanto mengungkapkan lorong-lorong di Makassar sebelumnya telantar, tetapi kini patut disyukuri karena mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Itu semua, kata dia, bertujuan untuk mencapai visi kota Makassar, yakni Makassar sebagai Kota Dunia atau Sombere dan Smart City.

Danny Pomanto menilai lorong ibarat sel dalam tubuh, sedangkan tubuh ibarat kota. Olehnya, jika ingin memperbaiki kota, maka lorong-lorong itulah yang mesti diberdayakan.

Baca Juga : Mulai Besok, Pemkot Makassar Buka Pasar Murah, Ini Lokasinya

Pria berlatar pendidikan arsitektur ini menyebut, sebagai contoh Longwis Sidney di Kecamatan Panakkukang yang masyarakatnya betul-betul sudah mandiri. Mereka sudah tidak ke pasar lagi, bahkan menghasilkan keuntungan.

“Sudah menghasilkan, dengan jualan ikan yang per RT-nya mereka bisa men-share tiap tiga bulan hasil dari apa yang mereka tanam,” bebernya.

Dampak positifnya lainnya pun dirasakan, seperti pertumbuhan ekonomi Makassar yang melampaui provinsi dan nasional, inflasi terkendali, dan indeks kepuasan masyarakat yang makin baik.

Baca Juga : Appi Tegas: Ramadan Tanpa Konvoi dan Sahur On The Road di Makassar

Kesuksesan Longwis, lanjut dia, karena adanya public engagement, penerimaan publik, serta partisipasi publik untuk membangun lorongnya.

“Public engagement dengan melibatkan dan memperkuat RT/RW. Yang tadinya insentifnya Rp75 ribu pada periode pertama saya naikkan jadi Rp1 juta,” ujarnya.

Selain itu, pelibatan influencer lokal, dewan lorong, dan unsur masyarakat lainnya. Warga yang menerima program lorongnya juga partisipasi masyarakat di sekitarnya.

Termasuk, lanjut Danny Pomanto, melengkapi Longwis dengan sistem digitalisasi dan terbarunya ialah Makassar Metaverse dengan empat CCTV pada masing-masing lorong.

Saat ini sudah ada 2.077 lorong dari sebelumnya 1.000-an Longwis. Jumlah ini akan meningkat seiring pembenahan yang terus dilakukan Pemkot Makassar atas total 6.000-an lorong di Makassar. (*)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

Tag : pemkot
KomentarAnda