Sentuhan teknologi modern menjadi salah satu daya tarik utama dalam pameran Kriyanusa 2026. Para pengunjung disuguhi pengalaman digital imersif, tampilan hologram, hingga aktivitas membatik secara digital. Integrasi ini membuktikan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan selaras dengan inovasi teknologi dan kreativitas masa kini.
Pameran Kriyanusa 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, jajaran Pengurus Pusat Dekranas, serta deretan pengurus Dekranasda dari bermacam daerah di Indonesia.
Ketua Panitia Kriyanusa 2026, Ayu Heni Rosan, menyampaikan bahwa seni kriya merupakan bagian penting dari kekayaan tradisi dan jati diri daerah yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai tumpuan ekonomi kreatif nasional.
Menurut Ayu, pengembangan sektor kriya wajib berakar pada tradisi lokal, namun tetap harus diselaraskan dengan sentuhan kreativitas, inovasi, pemanfaatan teknologi, serta kejelian membaca arah permintaan pasar.
“Nilai-nilai tradisi harus tetap hidup, tetapi terus bergerak maju melalui sentuhan kreativitas, inovasi, teknologi, serta kejelian membaca kebutuhan pasar,” tutur Ayu.
Melalui keikutsertaan di Kriyanusa 2026, Dekranasda Kaltara berharap makin banyak hasil kriya daerah yang mendapatkan ruang promosi, membuka peluang kemitraan baru, serta memperluas jangkuan pasar. Kolaborasi antara tradisi, kreativitas, dan teknologi diharapkan mampu melambungkan kriya Benuanta tanpa mengikis akar budayanya.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
