Logo Harian.news

Pertamina Punya 200 Anak Perusahaan Tapi Tak Boleh Diaudit, Prabowo: Peraturan Dari Mana Ini

Editor : Redaksi Kamis, 12 Maret 2026 22:55
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Ist)
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Ist)
APERSI

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Presiden RI, Prabowo Subianto, mengaku terkejut saat mengetahui struktur perusahaan milik negara yang dinilainya terlalu kompleks. Ia menyoroti fakta bahwa Pertamina memiliki ratusan anak dan cucu perusahaan, yang menurutnya berpotensi menyulitkan pengawasan terhadap pengelolaan kekayaan negara.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam acara peringatan satu tahun Badan Pengelola Investasi Danantara yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta.

Baca Juga : Hangat di Kremlin, Prabowo dan Putin Bahas Masa Depan Kerja Sama Bilateral

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan keheranannya terhadap jumlah entitas bisnis yang berada di bawah naungan Pertamina. Ia menyebut informasi yang diterimanya menunjukkan adanya sekitar 200 anak dan cucu perusahaan di tubuh BUMN energi tersebut.

“Jujur saya kaget. Negara ini dalam keadaan baru merdeka dulu mendirikan perusahaan seperti Pertamina untuk mengelola kekayaan bangsa. Tapi sekarang saya dengar ada sampai 200 anak dan cucu perusahaan,” kata Prabowo di hadapan para pejabat dan pelaku industri, Kamis (12/3/2026).

Ia juga menyoroti aturan yang dinilai tidak masuk akal terkait mekanisme audit terhadap perusahaan milik negara. Menurutnya, jika BUMN masih dapat diaudit oleh lembaga negara, maka tidak ada alasan bagi anak atau cucu perusahaan untuk berada di luar pengawasan.

Baca Juga : Disaksikan Prabowo, Nose Herbal Indo Gandeng Jepang Bangun Industri Beauty & Wellness Berbasis Herbal

“Yang lebih aneh lagi, katanya BUMN boleh diaudit negara, tapi cucu perusahaan tidak boleh diaudit. Saya tanya, peraturan dari mana ini?” tegasnya.

Prabowo menilai kondisi tersebut membuka ruang bagi potensi ketidakefisienan hingga kebocoran keuangan negara. Karena itu, ia menekankan pentingnya konsolidasi perusahaan negara agar pengelolaan aset publik dapat dilakukan secara lebih transparan dan efisien.

Menurutnya, langkah konsolidasi BUMN melalui Danantara merupakan keputusan strategis untuk memperbaiki tata kelola perusahaan negara sekaligus mencegah penyimpangan dalam pengelolaan kekayaan negara.

Baca Juga : Arahan Prabowo Subianto, Kementan Percepat Hilirisasi Energi Berbasis Pertanian

“Remis konsolidasi harus rasional dan mengikuti standar terbaik dunia. Kalau sekarang kita bicara peningkatan sampai 300 persen, itu pun masih jauh dari sasaran yang ingin kita capai,” ujarnya.

Prabowo meyakini restrukturisasi dan konsolidasi BUMN akan memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi perusahaan negara. Dengan sistem yang lebih sederhana dan transparan, pemerintah berharap potensi kebocoran dapat ditekan dan kekayaan negara dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan rakyat.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda