Dampak Buat Karier Mereka dan Timnas
[wptb id=54191]
Baca Juga : Messi dengan Mbappe Masih Bersaing Rebutan Sepatu Emas
Selain enam nama di atas, masih ada pemain top lain yang juga absen. Jan Oblak (Slovenia), Sandro Tonali dan Riccardo Calafiori (Italia), Matty Cash (Polandia), hingga Bryan Mbeumo (Kamerun) juga harus rela tidak tampil. Ini menunjukkan bahwa kegagalan kualifikasi bukan cuma soal satu atau dua pemain, tapi masalah sistemik di level timnas.
Pelajaran Pahit Buat Sepak Bola Modern
Kasus ini membuktikan satu hal: punya pemain bintang doang nggak cukup. Sepak bola modern menuntut lebih dari itu—kedalaman skuad, taktik yang konsisten, mentalitas juara di laga penentu, dan yang paling penting: kerja tim yang solid.
Baca Juga : Messi Bantah Tudingan Argentina Anak Emas Piala Dunia 2026
Italia yang pernah juara Eropa 2021 saja bisa terpuruk lagi. Polandia dengan Lewandowski yang masih produktif gagal total. Nigeria dengan Osimhen yang tajam kandas di adu penalti. Ini bukti bahwa sepak bola itu nggak bisa cuma mengandalkan satu atau dua individu.
Piala Dunia 2026: Babak Baru Tanpa Wajah Lama
Absennya bintang-bintang ini memang bikin sedih, tapi di sisi lain membuka peluang buat wajah-wajah baru. Mungkin ini saatnya generasi muda untuk unjuk gigi. Mungkin ini momen bagi negara-negara underdog untuk bikin kejutan.
Baca Juga : Jelang Argentina Vs Inggris, Noni Madueke Percaya Diri
Yang jelas, Piala Dunia 2026 bakal berbeda. Kurang greget, iya. Tapi tetap bakal seru. Karena sepak bola nggak pernah benar-benar kehilangan pesonanya—cuma berganti aktor. ***
DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan data kualifikasi Piala Dunia 2026 hingga fase playoff. Informasi dapat berubah sesuai update resmi dari FIFA dan konfederasi masing-masing. Performa klub pemain mengacu pada musim 2025/2026.
Baca Juga : Barcelona Dominasi Semifinal Piala Dunia 2026, Spanyol Tampil Bak Blaugrana
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
