Logo Harian.news

PKK Sulsel dan Disnakertrans Latih Warga Olah Sabut Kelapa Jadi Cocopeat dan Pewarna Alami

Editor : Redaksi II Kamis, 25 Juni 2026 15:57
Pelaksanaan kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Cocopeat dan Pewarna Alami. (Dok. Gita/HN)
Pelaksanaan kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Cocopeat dan Pewarna Alami. (Dok. Gita/HN)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi terus didorong di Sulawesi Selatan. Melalui Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Cocopeat dan Pewarna Alami dari Sabut Kelapa, masyarakat dibekali keterampilan mengolah potensi lokal menjadi peluang usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan tersebut diikuti 30 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulsel.

Ketua Pokja II TP PKK Sulsel, Dra. Andi Isma, M.Hum., Ph.D., mengatakan pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis potensi lokal yang melimpah di daerah.

“Sabut kelapa selama ini banyak dianggap sebagai limbah. Padahal, jika diolah dengan baik, dapat menjadi cocopeat untuk media tanam, cocofiber, hingga pewarna alami yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” kata Andi Isma, Kamis (25/06/2026).

Menurutnya, tren penggunaan produk ramah lingkungan saat ini semakin berkembang, termasuk penggunaan pewarna alami untuk industri kreatif dan fesyen. Karena itu, pemanfaatan sabut kelapa sebagai sumber pewarna alami dinilai memiliki prospek yang menjanjikan.

Ia menjelaskan, pewarna alami yang berasal dari ekstrak sabut kelapa memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pewarna sintetis. Selain lebih aman bagi lingkungan, bahan tersebut juga dinilai lebih ramah bagi kesehatan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

“Melalui pewarna alami, kita tidak hanya memanfaatkan limbah yang sebelumnya terbuang, tetapi juga menghasilkan produk yang lebih aman dan bernilai jual. Ini menjadi peluang usaha yang sangat potensial bagi masyarakat,” ujarnya.

Andi Isma menambahkan, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu alasan dipilihnya sabut kelapa sebagai materi pelatihan. Hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan memiliki tanaman kelapa sehingga bahan bakunya mudah diperoleh dan dapat diolah menjadi berbagai produk turunan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi teori dan praktik secara langsung, mulai dari proses pembuatan cocopeat hingga pengolahan tanin dari sabut kelapa sebagai bahan pewarna alami untuk kain dan produk fesyen lainnya.

Peserta yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi agen perubahan sekaligus instruktur di daerah masing-masing sehingga ilmu yang diperoleh dapat disebarluaskan kepada masyarakat luas.

“Kami berharap peserta tidak hanya memahami teknik pengolahannya, tetapi juga mampu mengembangkan usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya,” tutur Andi Isma.

Ia mengungkapkan bahwa pelatihan serupa sebelumnya juga telah diberikan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelajar SMK, lansia, perempuan penyintas, hingga anak putus sekolah. Salah satu kegiatan yang mendapat respons positif adalah pelatihan pembuatan motif kain dengan teknik tie-dye menggunakan pewarna alami.

“Saat kami melatih siswa SMK membuat motif kain dengan pewarna alami, mereka sangat antusias. Bahkan ada yang meminta bahan pewarnanya untuk dibawa pulang dan dipraktikkan sendiri di rumah,” ungkapnya.

Selain pemanfaatan sabut kelapa, TP PKK Sulsel juga aktif memberikan pelatihan pengolahan limbah lainnya, seperti pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cuci serta berbagai pelatihan keterampilan yang bertujuan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Melalui program pelatihan kewirausahaan ini, pemerintah dan TP PKK Sulsel berharap pemanfaatan sumber daya lokal dapat semakin berkembang, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menciptakan produk bernilai tambah dan berdaya saing di pasar.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda