HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar memperkuat komitmen gerakan donor darah sukarela melalui kegiatan ramah tamah bersama Pemerintah Daerah dan para penggerak donor darah sukarela, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu (20/6/2026), menjadi momentum apresiasi terhadap para pendonor dan institusi yang selama ini berperan dalam menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat.
Baca Juga : Dari Kirab hingga UMKM, Muharram Expo BTP Jadi Ajang Pererat Solidaritas Warga
Peringatan HDDS tahun ini mengangkat tema “One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives” atau “Setetes Darah untuk Kemanusiaan. Berikan Darah. Selamatkan Kehidupan”.
Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal MI atau akrab disapa Deng Ical dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebutuhan darah terus bergerak dinamis dan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
Menurutnya, ketersediaan stok darah tidak dapat hanya mengandalkan kegiatan tertentu, tetapi membutuhkan gerakan bersama yang konsisten dari berbagai pihak.
Baca Juga : Pemkot Makassar Benahi TPA Antang, Pengerjaan Sudah 40 Persen
“Kebutuhan dan ketersediaan stok darah sangat dinamis dan fluktuatif. Karena itu, pemenuhan pelayanan darah sangat ditentukan oleh dukungan dan partisipasi semua pihak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, posisi Makassar sebagai pusat rujukan medis di kawasan Indonesia Timur menjadikan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Makassar memiliki peran strategis, termasuk dalam mendukung kebutuhan darah daerah lain.
Baca Juga : Hadiri Konferensi PWI Sulsel, Appi Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Profesi Wartawan
“Ketika rumah sakit di daerah lain mengalami keterbatasan stok atau membutuhkan jenis darah tertentu, Makassar sering menjadi titik suplai utama,” jelasnya.
Distribusi darah dari PMI Makassar selama ini mencakup wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara seperti Kendari, sejumlah wilayah Maluku dan Papua seperti Ambon, Ternate, Timika hingga Fak-Fak, serta beberapa wilayah di Kalimantan.
Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan turut mengapresiasi langkah PMI Kota Makassar dan dukungan Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat gerakan donor darah.
Baca Juga : Pelantikan APPI Makassar, Munafri: Jangan Bawa Masalah Baru, Jadilah Solusi
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, PMI, dunia usaha, komunitas dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program kemanusiaan tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pemenuhan kebutuhan darah.
Ia menyebut urusan donor darah merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan yang tidak boleh setengah-setengah.
“Untuk urusan kemanusiaan, terutama kebutuhan darah, tidak ada alasan untuk tidak mensupport. Harus all out, bahkan kalau perlu ‘paselang mi’ (pinjam dulu) kalau memang dibutuhkan, karena ini menyangkut keberlangsungan hidup manusia,” tegasnya.
Wali Kota menilai Makassar memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem donor darah rutin.
Dengan jumlah RT yang mencapai ribuan dan ratusan RW yang tersebar di seluruh wilayah kota, menurutnya, jika potensi tersebut diaktifkan secara maksimal, maka kebutuhan darah dapat lebih mudah dipenuhi.
“Jangankan tingkat kecamatan atau kelurahan, pada tingkat RT saja potensinya sangat besar. Kalau digerakkan secara bersama, ini bisa menjadi kekuatan besar dalam memenuhi kebutuhan darah,” katanya.
Ia berharap program donor darah dapat dirancang secara rutin dan berkelanjutan, bukan hanya dilakukan saat kondisi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, PMI Kota Makassar juga memberikan penghargaan kepada pendonor yang telah melakukan donor darah sebanyak 10 kali dan 25 kali.
Selain itu, apresiasi diberikan kepada sejumlah Penggerak Donor Darah Sukarela (PDDS), baik institusi maupun komunitas.
Penghargaan kategori pendukung program donor darah diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Makassar, BPBD Makassar, Damkarmat Makassar, Kecamatan Rappocini, Panakkukang, Mariso, Tamalate, sejumlah kelurahan serta Kalla Group.
Kategori pendorong partisipasi masyarakat diberikan kepada Direktorat Binmas Polda Sulsel, Kodim 1408 Makassar dan IKA MTsN 1 Makassar.
Sementara kategori rekruitmen dan pelestarian donor diberikan kepada Kejaksaan Negeri Makassar, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, PT Semen Tonasa, PT Bank Danamon Indonesia Tbk Sulampapua, BRI Insurance, PT Citra Kosmetik, Masjid Az-Zumar, PKBGT Asisi, Vihara Sasanadipa, Muslimah Center Madrosah Sunnah dan Laskar Garuda Bersatu.
Untuk kategori KSR Perguruan Tinggi, penghargaan diberikan kepada KSR Unit UNM, KSR Unit UIN dan KSR Unit PNUP.
PMI Kota Makassar mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam pemenuhan darah adalah menjaga kestabilan stok. Permintaan darah dari rumah sakit yang berubah-ubah, kebutuhan komponen darah seperti trombosit yang memiliki masa simpan singkat, serta perlunya mengubah pola donor insidental menjadi donor rutin menjadi pekerjaan bersama.
PMI berharap kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas, media dan para pendonor terus diperluas.
Sebab, melalui kerja sama lintas sektor tersebut, ekosistem donor darah yang sadar, teredukasi dan berkelanjutan dapat terwujud sehingga kebutuhan darah aman dan berkualitas bagi masyarakat dapat terus terpenuhi.
(HSN)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
