Logo Harian.news

PLN dan Rappo Indonesia Perkuat Bank Sampah Makkio Baji, Dorong Ekonomi Sirkular di Makassar

Editor : Redaksi II Kamis, 20 Agustus 2026 18:50
Pelaksanaan program bank sampah kerjasama PLN dan Rappo Indonesia. (Dok. Rappo)
Pelaksanaan program bank sampah kerjasama PLN dan Rappo Indonesia. (Dok. Rappo)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – PT PLN (Persero) PUSMANPRO UPMK V berkolaborasi dengan Yayasan Dampak Rappo Indonesia melalui Program PLN Peduli Bank Sampah Makkio Baji untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Makassar.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut diarahkan pada pengelolaan sampah dari sumber, peningkatan kapasitas pengurus Bank Sampah Unit (BSU), serta penerapan prinsip ekonomi sirkular yang memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi bagi warga.

Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Tawarkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Lewat Program Merdeka Daya

Kegiatan yang berlangsung sejak akhir Juli hingga Agustus 2026 itu melibatkan warga BSU Makkio Baji, RW 03, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala. Sebanyak 10 warga, yang mayoritas perempuan, mengikuti pelatihan dan pendampingan mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik, termasuk pengolahan sampah plastik berbasis prinsip green sustainability.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, warga berhasil mengumpulkan sekitar satu ton sampah organik dan anorganik. Sampah yang terkumpul kemudian diolah melalui pengomposan serta pengolahan sampah plastik.

Selain penguatan kapasitas masyarakat, PLN PUSMANPRO UPMK V juga menyerahkan bantuan satu unit mesin pencacah berkapasitas 10.000 watt. Mesin tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah anorganik, khususnya plastik.

Baca Juga : PLN Kawal Langsung Keandalan Listrik Nasional Jelang HUT ke-81 RI dari NTT

Manajer PT PLN (Persero) PUSMANPRO UPMK V, Ridwan Harjono, mengatakan program tersebut merupakan upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Program PLN Peduli bekerja sama dengan Yayasan Dampak Rappo Indonesia menghadirkan solusi melalui bantuan pengembangan sarana dan prasarana Bank Sampah Makkio Baji, guna tercapai peningkatan pengelolaan sampah dari hulu guna menghindari pembuangan sampah langsung ke TPA,” ujar Ridwan.

Menurutnya, sebelum program berjalan, BSU Makkio Baji masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari kelembagaan, sarana operasional, peralatan pengolahan hingga sistem pemilahan sampah yang belum terstandarisasi.

Baca Juga : PLN UID Sulselrabar dan Kejati Sultra Tingkatkan Kolaborasi Dukung Layanan Kelistrikan Andal

Melalui bantuan mesin pencacah, sampah plastik yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi lebih rendah dapat diproses menjadi cacahan plastik dengan nilai jual lebih tinggi untuk kemudian dipasarkan kepada industri recycler.

Penguatan sarana tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas operasional BSU, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi melalui pengelolaan sampah yang memiliki nilai tambah.

Pembina Yayasan Dampak Rappo Indonesia sekaligus Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Akmal Idrus, mengapresiasi kolaborasi tersebut.

Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Bekali 100 Perempuan Keterampilan Mitigasi Bencana

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN PUSMANPRO UPMK V atas kepercayaan dan kolaborasinya bersama Rappo dalam mendukung penguatan ekosistem pengelolaan sampah di Makassar. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi pemantik bagi terjalinnya kerja sama yang lebih luas,” kata Rabu (19/08/2026).

Ketua Bank Sampah Makkio Baji, Desi Saraswati, mengatakan program tersebut memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi pengurus dalam menjalankan kegiatan bank sampah.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini, karena kami mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam memilah serta mengelola sampah, termasuk bagaimana menjalankan Bank Sampah dengan lebih baik,” ujarnya.

Desi berharap pendampingan dan kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut sehingga BSU Makkio Baji semakin mandiri dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Program PLN Peduli Bank Sampah Makkio Baji juga mendorong penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) melalui pemilahan sampah dari sumber. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung gerakan Makassar Bebas Sampah 2029.

Melalui program ini, bank sampah tidak diarahkan hanya sebagai tempat pengumpulan sampah, tetapi dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi sirkular yang mampu menghasilkan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Kolaborasi PLN PUSMANPRO UPMK V dan Yayasan Dampak Rappo Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus memperkuat keterlibatan warga dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda