HARIAN.NEWS, GOWA – Memprihatinkan, demikian sarana yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa hari ini.
Hanya berbekal 3 mobil armada pemadam kebakaran dengan usia kendaraan sudah lebih 10 tahun namun diwajibkan memberikan pelayanan maksimal ke 18 Kecamatan , 167 Desa/ Kelurahan dengan luas wilayah sekitar 1.883,33 kilometer persegi, demikian potret buram Dinas Damkar Kabupaten Gowa.
Baca Juga : Kecelakaan Tunggal Armada Damkar di Pangkep, 2 Petugas Meninggal
Kini, musim kemarau menjadi titik perhatian utama Damkar, dimana potensi kerawanan wilayah khususnya ancaman kebakaran menjadi kluster paling mengkhawatirkan. Nyaris tiap hari kabar akan ancaman banjir terus masuk ke ruang kerja Damkar.
Demikian ungkapan awal M. Said Harmil, S Sos, M. Si, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa pada Jumat (2/10).
” Jumlah personil Damkar di Gowa sebanyak 56 Orang, dalam kondisi siaga satu, kami membagi menjadi 3 peleton dengan pola 3 shi, terkadang siang hari armada dan personil damkar harus bergerak ke dataran tinggi dan malamnya armada meluncur ke dataran rendah,” ujarnya.
Baca Juga : Armada Damkar Kecelakaan di Jalan Poros Pangkep, Hantam Tiang Listrik
M. Said Harmil menambahkan 56 personil Damkar kini siaga 24 jam, langkah ini dilakukan setiap musim kemarau tiba, selain personil disiagakan, layanan aplikasi juga online setiap saat.
” Selain kondisi armada yang memprihatinkan, keberadaan seragam operasi berupa baju anti api ( fire Jacket), helm anti api, masker oksigen, sepatu antinapi, kaos kaki dan tangan anti api sampai sekarang belum ada, walaupun sarana operasional sangat memprihatinkan apalagi dengan kondisi kemarau belum ada, semua personil Damkar akan bekerja maksimal,” tambahnya.
Ternyata, tugas personil damkar bukan hanya bertugas dalam persoalan kebakaran.
Baca Juga : Bupati dan Pimpinan DPRD Gowa Bertemu, Sepakat Jaga Harmoni dan Bekerja untuk Rakyat
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
