Logo Harian.news

PLN Kawal Langsung Keandalan Listrik Nasional Jelang HUT ke-81 RI dari NTT

Editor : Redaksi II Minggu, 16 Agustus 2026 20:52
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri (kedua dari kanan) didampingi oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin (ketiga dari kiri) saat melakukan inspeksi sistem kelistrikan di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (13/8). (Dok. PLN)
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri (kedua dari kanan) didampingi oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin (ketiga dari kiri) saat melakukan inspeksi sistem kelistrikan di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (13/8). (Dok. PLN)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – PT PLN (Persero) memperkuat kesiapan sistem kelistrikan nasional untuk mendukung seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama jajaran direksi turun langsung memantau kesiapan kelistrikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Tawarkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Lewat Program Merdeka Daya

Darmawan menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers dari PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu malam, 15 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut terhubung secara daring dengan jajaran Direksi PLN di Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat.

Menurut Darmawan, pengamanan sistem kelistrikan telah dilakukan secara menyeluruh sejak awal Agustus. Pemeriksaan mencakup pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, jaringan distribusi hingga jalur kelistrikan di sekitar lokasi pelaksanaan kegiatan HUT Kemerdekaan.

Baca Juga : PLN UID Sulselrabar dan Kejati Sultra Tingkatkan Kolaborasi Dukung Layanan Kelistrikan Andal

“Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan,” kata Darmawan.

PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan nasional pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW). Angka tersebut ditopang daya mampu pembangkit sebesar 51,6 GW, sehingga tersedia cadangan daya sekitar 9 GW atau 21,1 persen.

Untuk memastikan keandalan pasokan, PLN mengerahkan lebih dari 45 ribu personel yang tersebar di 2.275 titik siaga di seluruh Indonesia.

Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Bekali 100 Perempuan Keterampilan Mitigasi Bencana

“Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus,” tegasnya.

Kesiapan tersebut juga diperkuat dengan 1.517 unit genset, 559 unit UPS, dan 1.286 unit gardu bergerak sebagai cadangan pasokan listrik. PLN turut menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 kendaraan operasional, serta 3.583 sepeda motor operasional.

Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan berlapis hingga lima tingkat. Sistem tersebut mencakup pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset.

Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Resmikan HSSE Control Center, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Darmawan juga mengapresiasi dukungan pemerintah, terutama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Ia menegaskan koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh titik pelaksanaan upacara dan kegiatan peringatan kemerdekaan mendapatkan pasokan listrik yang andal.

Selain mengawal kebutuhan kelistrikan HUT RI, PLN juga melakukan pemulihan sistem di sejumlah wilayah yang mengalami gangguan. Pada sistem kelistrikan Kalimantan, misalnya, kondisi berangsur membaik setelah mendapat tambahan pasokan dari dua pembangkit.

“Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal,” ujarnya.

Sementara di Flores, NTT, PLN bergerak melakukan pemulihan infrastruktur kelistrikan setelah wilayah tersebut dilanda gempa. Petugas langsung melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap fasilitas kelistrikan yang terdampak.

Darmawan mengatakan sebanyak 11 gardu induk yang terdampak gempa telah kembali bertegangan pada Sabtu sore. Proses penormalan selanjutnya dilakukan secara bertahap hingga pasokan listrik kembali diterima pelanggan.

“Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan,” katanya.

Dalam proses pemulihan, PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Sejumlah wilayah masih menghadapi kendala akses akibat kondisi pascagempa, namun PLN memastikan pemulihan tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.

Darmawan menegaskan kesiapan PLN mengawal keandalan listrik selama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan bagian dari bentuk pengabdian kepada bangsa.

“Ini adalah momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan itu kami lanjutkan melalui pengabdian kami,” pungkasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

Tag : pln
KomentarAnda