“Kalau ada pengawasan yang benar dan ketat, kasus seperti ini bisa dicegah sejak awal. Jadi, siapa yang akan bertanggung jawab sekarang?” kritiknya.
Tak hanya terkait takaran, ia juga menyoroti harga Minyakita yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini semakin membebani masyarakat, terlebih jika ditambah dengan isi yang tidak sesuai.
Baca Juga : Kementan Genjot Hilirisasi 7 Komoditas, Anggaran Rp9,5 T
“Harga Minyakita saja belum turun sesuai HET, kini malah isinya kurang dari yang seharusnya. Ini jelas merugikan rakyat, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, ia meminta pemerintah memperketat pengawasan jalur distribusi agar harga tetap stabil dan potensi penyimpangan bisa ditekan. Jika tidak segera ditangani dengan serius, ia khawatir kepercayaan publik terhadap kebijakan pangan pemerintah bisa semakin menurun.
“Minyakita ini solusi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Kalau terus dipermainkan seperti ini, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” pungkasnya.
Baca Juga : Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian terkait langkah penyelidikan lebih lanjut atas kasus ini. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

