Logo Harian.news

Proyek Strategis di Era Danny, Bagaimana Nasib CCTV Lorong Wisata di Tangan Appi?

Editor : Rasdianah Senin, 21 April 2025 18:54
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Foto: HN/Sinta.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Foto: HN/Sinta.
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Pemasangan CCTV di lorong wisata (Longwis) merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Makassar yang lahir di era kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Danny Pomanto. Kini, nasib program tersebut berada di tangan Wali Kota Makassar yang baru, Munafri Arifuddin.

Menindaklanjuti warisan tersebut, Munafri menegaskan bahwa pemasangan kamera pengawas akan dilakukan dengan pendekatan berbasis klasifikasi wilayah. Pasalnya, setiap lorong di Makassar memiliki karakteristik dan tingkat kerawanan yang berbeda.

Baca Juga : Safari Ramadan Ditutup di Barrang Lompo, Munafri Siapkan “Pete-pete Pulau” Gratis dan Target Listrik 24 Jam

“Wilayah di Makassar ini tidak semuanya sama. Maka kita perlu informasi yang akurat untuk mengklasifikasikan mana wilayah yang tergolong merah, kuning, atau hijau. Nah, titik-titik merah inilah yang akan menjadi prioritas untuk penambahan CCTV dengan kemampuan luar biasa,” ujar Munafri.

Tak hanya mengandalkan kamera pengawas, sistem keamanan di lorong wisata juga akan dilengkapi dengan Toa-alat pengeras suara- yang memungkinkan komunikasi langsung dari pusat kendali ke lokasi jika terjadi situasi darurat.

“Kalau ada apa-apa, dari sini kita bisa langsung berkomunikasi, baik ke mobil patroli maupun petugas setempat. Ini bukan hanya soal pengawasan visual, tapi juga soal kecepatan respons,” jelasnya.

Baca Juga : Apresiasi Garda Terdepan Kota, Munafri Serahkan Paket Lebaran untuk Satgas Kebersihan

Munafri juga menegaskan bahwa jumlah CCTV di setiap lorong tidak akan diseragamkan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.

“Tidak bisa disamakan. Ada lorong yang panjangnya dua kilometer, ada yang cuma 200 meter. Masa kita seragamkan? Bisa jadi satu lorong butuh dua CCTV, yang lain butuh empat atau bahkan enam, tergantung situasinya,” ungkapnya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi penguatan sistem keamanan berbasis komunitas dan teknologi, sekaligus memastikan kenyamanan wisatawan dan warga yang beraktivitas di lorong-lorong wisata unggulan Kota Makassar.

Baca Juga : Safari Ramadan di Rappocini, Wali Kota Munafri Ajak Warga Perkuat Sinergi Bangun Makassar

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda