Logo Harian.news

Ramadan Terganggu Aksi Tembak-tembakan Remaja, Pemkot dan Polisi Turun Tangan

Editor : Redaksi Selasa, 03 Maret 2026 10:56
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (Dok. Humas)
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (Dok. Humas)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan berpeluru plastik hingga jeli kian marak terjadi di Kota Makassar selama bulan suci Ramadan.

Fenomena yang awalnya dianggap sekadar permainan anak-anak ini kini memicu keresahan warga karena dinilai membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban umum.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa lagi dianggap sepele dan harus ditangani secara serius.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Permainan tembak-tembakan tersebut harus ditangani bersama dan diawasi secara ketat,” tegas Munafri kepada awak media di Balai Kota Makassar, Senin (2/3/2026).

Ia meminta keterlibatan seluruh pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah kecamatan, hingga pengurus RT/RW dan keluarga, untuk memperkuat pengawasan.
Fenomena ini umumnya melibatkan anak-anak hingga kalangan pelajar yang melakukan aksi saling serang menggunakan senapan mainan pada malam hari setelah salat tarawih. Lebih memprihatinkan, sebagian di antaranya melakukan aksi tersebut di jalan raya, bahkan sambil berkendara sepeda motor.

Menurut Munafri, penggunaan senjata mainan dengan cara demikian sudah mengarah pada tindakan berlebihan dan berisiko tinggi.

“Bukan cuma sekadar mainan. Kalau sudah mencelakakan orang lain dan mengganggu ketertiban umum, tentu harus ada langkah tegas dari pihak keamanan,” ujarnya.

Ia menilai, meskipun peluru yang digunakan berbahan plastik atau jeli, tetap ada potensi mencederai orang lain. Jika dibiarkan, aksi tersebut dapat memicu konflik dan memperbesar keresahan di tengah masyarakat, terutama di bulan Ramadan yang seharusnya dijalani dengan suasana aman dan khusyuk.

Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman.

Munafri mengungkapkan dirinya telah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Makassar guna membahas langkah penanganan. Ia berharap kolaborasi antara aparat keamanan dan jajaran Pemkot hingga ke tingkat wilayah dapat diperkuat untuk melakukan patroli serta pengawasan lebih intensif.

Selain itu, orang tua juga diminta meningkatkan kontrol terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari setelah salat tarawih.

“Peran keluarga sangat penting untuk mencegah anak-anak terlibat dalam permainan yang berisiko seperti ini,” pungkasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda