“Program ini sangat menarik karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan isu lingkungan. Kami berharap program yang dijalankan nantinya dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, bahkan dapat diterapkan di beberapa dusun di Desa Benteng Gajah. Kami sangat menantikan hasil dan implementasi program-program yang akan dipaparkan oleh mahasiswa,” ujar Ansar.
Pada sesi inti kegiatan, mahasiswa KKNT 116 Perubahan Iklim memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Benteng Gajah. Terdapat sekitar tujuh program yang dirancang untuk mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Salah satu program unggulan yang menjadi fokus utama adalah pembangunan dan pemanfaatan Rocket Stove sebagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Latih Warga Laikang Olah Sargassum lewat Program SARGACYCLE
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Sekretaris Desa terkait pelaksanaan program individu berupa pembuatan composter, khususnya mengenai kebutuhan bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatannya.
Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKNT 116, Farid Triyanto Juni, menjelaskan bahwa bahan yang digunakan dapat berasal dari mahasiswa maupun masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam proses pembuatannya. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan warga menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut.
Selain itu, Imam Desa Benteng Gajah turut memberikan masukan konstruktif kepada mahasiswa. Beliau mengingatkan agar program yang direncanakan benar-benar dapat direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga : Tradisi Mappadekko kian Asing, Gelar Zine Bulukumba Hadirkan Ingatan
“Tidak perlu terlalu banyak program jika pada akhirnya sulit dilaksanakan. Yang terpenting adalah menghadirkan program yang bermanfaat, berjalan dengan baik, dan meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Benteng Gajah,”pesannya.
Masukan tersebut disambut baik oleh mahasiswa sebagai bentuk dukungan sekaligus pengingat untuk memastikan seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan Seminar Program Kerja KKNT 116 Perubahan Iklim ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh peserta yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan program-program yang tidak hanya relevan dengan isu perubahan iklim, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Desa Benteng Gajah.***
Baca Juga : PII Sulsel Gelar Seminar Keinsinyuran dan Muswil, Prof. JJ Kembali Menahkodai PII Wilayah Sulawesi Selatan
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
