Muncul pergeseran besar dalam struktur ekonomi sepak bola dunia.
Liga Pro Arab Saudi mulai menjadi pemain utama dalam persaingan finansial global. Selain Ronaldo yang memperkuat Al-Nassr, dua nama lain dari liga tersebut masuk daftar elite yakni Sadio Mané dengan estimasi pendapatan USD54 juta dan Riyad Mahrez sebesar USD53 juta.
Baca Juga : Piala Dunia dan Bangsa Penonton
Fenomena ini memperlihatkan investasi besar Arab Saudi tidak lagi dipandang sebagai proyek jangka pendek. Sepak bola kini menjadi instrumen diplomasi ekonomi, pembangunan citra internasional, hingga penggerak industri pariwisata.
Meski demikian, dominasi Eropa di level kompetitif masih belum tergeser.
Real Madrid menjadi klub dengan representasi terbesar dalam daftar pemain berpenghasilan tertinggi melalui Kylian Mbappe yang mengantongi sekitar USD100 juta, Vinicius Junior USD60 juta, serta Jude Bellingham dengan pendapatan USD44 juta.
Baca Juga : Ferran Torres Jadi Tumpuan Spanyol di Piala Dunia 2026, Ini Profilnya
Sementara itu, Erling Haaland dari Manchester City tercatat memperoleh USD80 juta dan Mohamed Salah dari Liverpool mengumpulkan USD55 juta.
Yang menarik, nama Lamine Yamal mulai masuk lingkaran elite dunia dengan estimasi pendapatan USD43 juta. Kehadiran pemain muda Barcelona tersebut menjadi sinyal bahwa era baru sepak bola sedang dimulai.
Jika Ronaldo dan Messi membangun dominasi melalui prestasi dan konsistensi selama lebih dari satu dekade, generasi Mbappe, Haaland, Vinicius, Bellingham, hingga Yamal tumbuh dalam era ekonomi digital—di mana pengaruh media sosial, kekuatan personal branding, dan daya tarik komersial menjadi faktor yang sama pentingnya dengan performa di lapangan.
Baca Juga : Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Argentina 1-0
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
