HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Telkomsel bersama para pelanggannya kembali menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penyaluran donasi Telkomsel Poin untuk program Konservasi Lamun di Desa Maharayya, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Donasi ini merupakan hasil penukaran poin pelanggan di aplikasi MyTelkomsel yang kemudian disalurkan melalui kolaborasi Telkomsel dengan platform Kitabisa.
Seremoni penyerahan donasi berlangsung di area Kantor Desa Maharayya, Selasa (2/12), dihadiri perwakilan Telkomsel dan Kitabisa, pemerintah desa, komunitas lokal, serta pelanggan Telkomsel.
Baca Juga : Telkomsel Pamasuka Pastikan Jaringan Tetap Andal di Momen Natal dan Tahun Baru 2026
Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit lamun di pesisir, menandai langkah nyata pelanggan Telkomsel dalam menjaga ekosistem laut.
Tak hanya aksi penanaman, Telkomsel juga akan membangun Rumah Kultivasi Lamun sebagai fasilitas pembibitan dan pusat edukasi lingkungan.
Fasilitas berkonsep knockdown tersebut ditargetkan mampu memproduksi sekitar 1.000 bibit lamun sebagai bagian dari program jangka panjang.
Sebelumnya, edukasi kepada masyarakat telah dilakukan melalui Akuarium Edukasi yang menampilkan proses transplantasi dan siklus hidup lamun secara interaktif.
Supervisor Territory Household and APC Consumer Operations Telkomsel Bone Bulukumba, Erwin, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata kolaborasi Telkomsel dan pelanggan untuk menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
“Melalui pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital, Telkomsel ingin terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Donasi Telkomsel Poin menjadi wujud dukungan bersama pelanggan dalam menjaga kelestarian lamun yang memiliki peran penting di ekosistem laut,” ujarnya.
Baca Juga : Telkomsel Gercep Pulihkan Jaringan hingga Salurkan Bantuan Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Perwakilan Pemerintah Desa Maharayya, Sri Wahyuni, turut menyampaikan apresiasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Telkomsel dan pelanggan yang peduli dengan lingkungan di wilayah kami. Program konservasi dan Rumah Kultivasi Lamun ini akan menjadi sarana pelestarian yang bermanfaat bagi generasi berikutnya,” tuturnya.
Apresiasi serupa datang dari Edwin Kevin Kondo, mahasiswa Pengelolaan Lingkungan Hidup Universitas Hasanuddin. Ia menegaskan bahwa Selayar mengalami degradasi ekosistem lamun sehingga konservasi perlu segera dilakukan.
Baca Juga : DCE ke-5 Hadir di Makassar, Telkomsel Siapkan UKM Lokal Tembus Pasar Global
“Lamun memiliki peran besar sebagai habitat pemijahan ikan, penangkap sedimen, sekaligus penyimpan karbon yang efektif dalam menyerap CO₂ ke dalam tanah,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pelanggan Telkomsel, La Ode, mengaku senang dapat berkontribusi melalui cara yang mudah.
“Biasanya saya menukar poin untuk merchandise. Ternyata sekarang bisa digunakan untuk kegiatan sosial seperti Konservasi Lamun. Saya bangga bisa ikut menjaga ekosistem laut,” katanya.
Telkomsel menegaskan bahwa Telkomsel Poin tidak hanya dapat ditukar dengan produk dan layanan, tetapi juga dapat disalurkan sebagai donasi untuk berbagai kegiatan sosial.
Melalui fitur donasi di aplikasi MyTelkomsel, pelanggan berkesempatan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
