Logo Harian.news

Rusak Bertahun-tahun, Jalan Ka’nea Jadi Keluhan Utama Petani Jeneponto

Editor : Redaksi Minggu, 01 Februari 2026 12:25
Jalan rusak di Binamu, Jeneponto, Jumat (30/1). || dok. Aswin
Jalan rusak di Binamu, Jeneponto, Jumat (30/1). || dok. Aswin

HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Jalan poros Ka’nea yang menjadi jalur vital distribusi hasil pertanian hingga kini masih mengalami kerusakan parah. Ruas jalan tersebut berada di wilayah Kelurahan Manjangloe, Kecamatan Tamalatea, hingga Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini mendapat perhatian serius dari Pemuda Tamalatea dan Bontoramba (Tambora) yang tergabung dalam Bair Deta.

Baca Juga : BADKO HMI Sulsel: Gubernur Gagal Memahami Makna Kritik Rakyat, Tanam Pisang Adalah Simbol Kekecewaan Publik

Mereka berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memprioritaskan perbaikan jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah tahun 2026, khususnya pada kawasan pertanian.

“Jalan ini merupakan lumbung distribusi pertanian mandiri. Perbaikannya sangat penting untuk menunjang aksesibilitas dan kelancaran distribusi hasil panen petani,” ujar perwakilan Pemuda Tambora Bair Deta, Jumat (30/1/2026).

Kawasan Manjangloe selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok utama berbagai komoditas sayuran ke Kabupaten Gowa.

Baca Juga : DPRD Jeneponto Soroti Proyek Jalan Rp11 Miliar yang Rusak, Komisi III Jadwalkan RDP dan Buka Peluang Blacklist Kontraktor

Adapun hasil pertanian yang rutin diproduksi petani setempat meliputi bayam, sawi hijau, kangkung, cabai rawit, serta sejumlah tanaman hortikultura lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun harian.news, hasil panen petani di Kelurahan Manjangloe umumnya dijual melalui pedagang pengumpul, kemudian didistribusikan ke wilayah Limbung, Kabupaten Gowa.

Namun, kondisi jalan yang rusak kerap menjadi kendala utama dalam proses pengangkutan hasil pertanian.

Baca Juga : DPRD Jeneponto Evaluasi Program MBG, Soroti Kasus Keracunan Siswa di Rumbia

“Dengan infrastruktur jalan yang baik, petani akan lebih mudah membawa hasil panen ke pasar. Ini tentu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” lanjutnya.

Selain mendukung sektor pertanian, jalan yang layak juga dinilai berpengaruh besar terhadap akses masyarakat terhadap fasilitas dasar, seperti layanan kesehatan dan pendidikan.

“Jalan yang baik bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya.

Baca Juga : Warga Demo Jalan Rusak, Pemda Dinilai Tak Berdaya Hadapi Kebijakan Pusat

Pemuda Tambora Bair Deta menegaskan, aspirasi ini telah mereka sampaikan secara resmi melalui rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Jeneponto dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Jeneponto beberapa waktu lalu.

Dalam forum tersebut, mereka meminta agar akses jalan di kawasan pertanian, khususnya ruas Jalan Ka’nea di Kelurahan Manjangloe dan Desa Sapanang, menjadi perhatian utama dalam usulan pembangunan ke depan.

“Masyarakat berharap pemerintah benar-benar mempertimbangkan kebutuhan kawasan pertanian, agar pembangunan yang dilakukan bisa dirasakan langsung manfaatnya,” pungkasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : ASWIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda