Logo Harian.news

Soal Polemik SD Inpres Pajjaiang, Muhyiddin: Mudah-mudahan Pekan ini Direlokasi

Editor : Rasdianah Selasa, 30 Juli 2024 18:41
Kepala Disdik Nonaktif Kota Makassar Muhyiddin, foto: HN/Sinta
Kepala Disdik Nonaktif Kota Makassar Muhyiddin, foto: HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kepala Sekolah SD Inpres Sudiang, Intan membeberkan siswa SD Negeri Inpres Pajjaiang di Kota Makassar, yang mengalami penyegelan oleh ahli waris lahan sekolah, hingga saat ini masih melangsungkan kegiatan belajar-mengajar dengan cara daring.

Rencana relokasi ke SMP 16 pun belum bisa dilakukan sebab masih dalam tahap persiapan.

Baca Juga : Disperindag Makassar Minta Aktivitas Gudang PT Maha Meru Wajib Berhenti Sementara

Untuk diketahui polemik penyegelan SD Inpres Pajjaiang sudah terjadi kali kedua. Pertama pada Januari 2024 lalu, dan kali keduanya kembali dilakukan oleh pihak yang mengaku ahli waris atas lahan tersebut pada Juli 2024 ini.

Hal ini imbas berimbas panjang pada kegiatan belajar mengajar yang tidak normal. Siswa harus disekolahkan dari rumah, sebab akses masuk ke sekolah tertutup dan karena pagar sekolah disegel dengan gembok.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, mengatakan kondisi tersebut membuat kekhawatiran yang cukup tinggi terkait nasib para peserta didik di sekolah itu.

Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara

Terlebih, ada 3 sekolah di dalam kompleks SD Negeri Pajjaiang yang terdiri dari 1.000-an siswa. Sekolah itu adalah SD Negeri Inpres Pajjaiang yaitu SD Inpres Pajjaiang, SD Negeri Pajjaiang, SD Inpres Sudiang.

“Saya tidak pikir lahan, tapi bagaimana siswa tetap belajar. Relokasi adalah solusi. Tidak ada hubungannya dengan hukum, justru Kita melanggar kalau anak-anak tidak sekolah,” kata Muhyiddin, Selasa (30/7/2024).

Katanya, relokasi siswa akan dilakukan secepatnya, meski sebelumnya Ia sempat memprediksi siswa akan mulai melakukan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka pada Senin pekan ini.

Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Sulsel dan Makassar Menurut Analisis Lukman Setiawan 

“Kita akan relokasi secepatnya, saat ini masih ada sedikit kendala,” ujarnya.

Ia menekankan, pihaknya tidak ingin proses kegiatan belajar-mengajar siswa terganggu akibat sengketa lahan.

“Relokasi mudah-mudahan minggu ini selesai karena kebetulan Saya di Jakarta, sekaligus Saya laporkan juga di kementerian terkait hal ini,” tandas Muhyiddin.

Baca Juga : DPMPTSP Makassar Mudahkan Pelaku Usaha Lewat Layanan Sertifikat Halal

Penulis: Nursinta

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda