Logo Harian.news

Soal Rupiah Melemah, Jokowi: Semua Negara Sekarang Tertekan

Editor : Rasdianah Senin, 10 Juni 2024 20:21
Presiden RI, Joko Widodo. Foto: ist
Presiden RI, Joko Widodo. Foto: ist
APERSI

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi angkat bicara soal menguatnya nilai tukar Dolar Amerika dan menekan mata uang Rupiah. Jokowi mengatakan tekanan ini tak dialami oleh Indonesia saja, namun juga semua negara.

“Semua negara sekarang ini mengalami hal yang sama, mengalami hal yang sama tertekan oleh yang namanya Dolar kursnya,” jelas Jokowi di Hotel Fairmont Jakarta, dikuti dari liputan6, Senin (10/6/2024).

Baca Juga : Jokowi Hadir di Acara Bloomberg Economy Forum di India

Dia mengatakan ketidakpastiaan global saat ini menghantui semua negara. Namun, Jokowi menilai, nilai tukar Rupiah saat ini masih dalam posisi yang baik.

“Ya ketidakpastian global sekarang ini memang menghantui semua negara tapi menurut saya kalau masih di angka Rp16.200-Rp16.300 masih posisi yang baik,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin, ditutup merosot di tengah kenaikan penghasilan per jam rata-rata di Amerika Serikat (AS).

Baca Juga : Hadir di Rakernas PSI di Makassar, Jokowi Dukung Total

Pada akhir perdagangan Senin, kurs rupiah turun 87 poin atau 0,54 persen menjadi Rp16.283 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.196 per dolar AS.

“Laporan Biro Statistik AS menunjukkan kenaikan penghasilan per jam rata-rata sebesar 4,1 persen year on year. Namun, tingkat pengangguran naik menjadi 4 persen dari angka 3,9 persen sebelumnya,” kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva.

Menurut Taufan, data tersebut mengindikasikan adanya inflasi upah yang dapat memicu inflasi inti dan inflasi umum yang lebih tinggi, sehingga hal tersebut berpotensi menyebabkan bank sentral Amerika Serikat untuk menunda pemangkasan suku bunganya.

Penyebab Rupiah Melemah

Baca Juga : Pakai Topi Putih dan Batik, Jokowi Disambut di Makassar

Selain itu, kinerja rupiah melemah dipengaruhi oleh penguatan yang terjadi pada dolar AS pasca rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang rilis pada pekan lalu menunjukkan ekonomi AS memanas dengan bertambahnya 272 ribu pekerjaan pada Mei 2024, jauh melampaui ekspektasi.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke level Rp16.290 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.218 per dolar AS.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda