HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kepergian Kanda Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Armansyah, Sp.PD, FINASIM meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, termasuk rekan sejawat yang mengenalnya sebagai sosok rendah hati, hangat, dan penuh ketulusan.
dr. Wachyudi Muchsin, sosok yang dikenal sebagai “Dokter Koboi” membagikan kenangan dan kesaksiannya tentang almarhum yang disebutnya sebagai dokter jenderal pertama asal Makassar di Korps Kepolisian Republik Indonesia.
Pertemuan pertama keduanya terjadi saat Brigjen Farid masih menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Bhayangkara. Kesan yang membekas kala itu adalah pribadi yang ramah, sederhana, dan jauh dari kesan berjarak meski memiliki jabatan tinggi.
Baca Juga : Parfum Dokter Koboi Action, Wewangian Premium untuk Bantu Anak Pejuang Kanker
“Kalau tidak memakai seragam dinas, orang mungkin tidak akan menyangka beliau seorang dokter polisi,” kenang Dokter Koboi, Sabtu (9/5).
Hubungan keduanya semakin dekat saat pandemi Covid-19 melanda pada 2019. Kala itu, “Dokter Koboi” aktif berinteraksi dengan Brigjen Farid dalam kapasitasnya sebagai Humas IDI Makassar.
Di tengah situasi penuh kepanikan akibat pandemi, Brigjen Farid dinilai hadir sebagai figur yang menenangkan. Tidak hanya dikenal cerdas dalam bidang kedokteran, ia juga dianggap memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Baca Juga : Ke Warkop, Bergerak dan Tidur, Dokter Koboi: Tiga Kebiasaan Sederhana yang Menentukan Kesehatan
Meski kemudian bertugas di Jakarta dan kariernya terus menanjak hingga menyandang pangkat Brigadir Jenderal, komunikasi keduanya tetap terjalin hangat.
Brigjen Farid tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Pascarehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN sebelum kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Sespusdokkes) Polri.
Bagi “Dokter Koboi”, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketulusan akan menemukan jalannya sendiri menuju kehormatan.
Baca Juga : Panas Ekstrem Melanda Indonesia, Dokter Koboi Himbau Perbanyak Minum Air Putih dan Waspada Heat Stroke
Namun lebih dari pangkat dan jabatan, hal paling membekas dari almarhum adalah kerendahan hati dan cara beliau memperlakukan orang lain dengan penuh hormat tanpa memandang posisi.
Pertemuan fisik terakhir keduanya terjadi di Kantor BPOM RI pada 8 April 2026. Saat itu Brigjen Farid datang membawa undangan pernikahan putranya kepada Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar.
Suasana sore itu diwarnai canda dan kehangatan. Brigjen Farid sempat mengaku lelah karena kesibukan mempersiapkan pernikahan anaknya.
“Saya siapkan kopi terenak se-Asia Tenggara,” canda “Dokter Koboi” kala itu.
Baca Juga : Dokter Koboi Bawa Kempo Makassar Persembahkan Juara Umum Pra Porprov XVIII di Maros
Setelah menyeruput kopi yang disuguhkan, Brigjen Farid pun tertawa kecil dan membalas, “Betul dinda, ini memang kopi terenak se-Asia Tenggara.”
Tak ada firasat apa pun bahwa momen tersebut menjadi pertemuan terakhir mereka.
Percakapan terakhir keduanya terjadi pada Kamis, 7 Mei 2026. Dalam sambungan telepon, Brigjen Farid masih menyempatkan diri memberi kabar dan bercanda hangat seperti biasa.
“Kalau Allah berkehendak, semua dimudahkan. Dinda orang baik, pasti banyak yang doakan ki,” ucap Brigjen Farid dalam percakapan terakhir mereka.
Keesokan paginya, kabar duka datang melalui pesan WhatsApp dari Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…”
Pesan itu disertai foto Brigjen Farid Armansyah. “Dokter Koboi” mengaku terpaku dan sulit percaya karena baru beberapa hari sebelumnya mereka masih tertawa bersama.
Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Armansyah, Sp.PD, FINASIM wafat pada Sabtu, 8 Mei 2026 pukul 02.30 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Almarhum dikenang sebagai pribadi low profile, suka menolong, dan selalu membuat orang lain merasa dihargai.
“Orang baik seperti ta tidak pernah benar-benar pergi. Akan selalu ada di hati,” tulis “Dokter Koboi” dalam ungkapan dukanya.
Ucapan doa pun mengiringi kepergian almarhum. Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
