Logo Harian.news

SPMB Makassar Masuk Tahap Jalur Domisili, Pendaftaran Dimulai 22 Juni

Editor : Redaksi II Kamis, 18 Juni 2026 14:47
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman. (Dok. Disdik)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman. (Dok. Disdik)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dinas Pendidikan Kota Makassar menuntaskan proses verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jalur non-domisili sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hasil seleksi tahap pertama untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP diumumkan pada Kamis (18/6/2026), sehingga tahapan berikutnya dapat berlangsung tepat waktu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat terlihat sejak pembukaan pendaftaran. Menurutnya, proses verifikasi berjalan lancar karena mayoritas peserta mengikuti prosedur dan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.

“Jika ada kuota afirmasi atau mutasi yang tidak terisi, maka akan dialihkan ke jalur domisili sehingga kesempatan peserta pada jalur domisili akan semakin besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jalur non-domisili terdiri atas jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi. Sementara itu, calon peserta didik yang berdomisili di wilayah perbatasan seperti Makassar-Gowa, Makassar-Maros, dan Makassar-Takalar tetap memiliki kesempatan mengikuti seleksi melalui jalur domisili sesuai ketentuan yang berlaku.

Achi juga mengingatkan masyarakat agar memahami petunjuk teknis SPMB sebelum melakukan pendaftaran. Menurutnya, masih ditemukan calon peserta yang belum memenuhi persyaratan administrasi, terutama pada jalur afirmasi dan mutasi.

“Kami terus menyampaikan informasi melalui berbagai kanal resmi. Literasi masyarakat terhadap aturan dan persyaratan pendaftaran sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Peserta yang dinyatakan lulus melalui jalur non-domisili diwajibkan melakukan daftar ulang, verifikasi, dan validasi pada 19–21 Juni 2026. Selanjutnya, pendaftaran jalur domisili untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP dibuka pada 22–26 Juni 2026.

Menghadapi pembukaan jalur domisili yang diperkirakan menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak, Dinas Pendidikan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, di antaranya penguatan sistem digital melalui aplikasi Lontara Plus dan penyesuaian mekanisme pendaftaran di setiap jenjang pendidikan.

“Kami membuka jalur non-domisili lebih dahulu untuk mengurangi kepadatan. Dengan sistem yang ada saat ini, kami optimistis proses pendaftaran jalur domisili dapat berjalan lancar,” ujar Achi.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda