Situasi ini mencerminkan kompleksitas hubungan geopolitik yang merembes ke dunia olahraga. Piala Dunia 2026, yang seharusnya menjadi pesta sepak bola global, justru diwarnai ketegangan diplomatik yang belum kunjung mereda.
Kini, Timnas Iran berada di Meksiko, mempersiapkan diri di Tijuana. Dengan keterbatasan staf, mereka dituntut tetap tampil optimal di fase grup. Tekanan tidak hanya datang dari lawan di lapangan hijau, tetapi juga dari situasi politik yang melingkupi keberangkatan mereka.
Baca Juga : Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026: Buang Waktu Bisa Berakibat Fatal
Dunia sepak bola internasional kini menanti: akankah FIFA turun tangan menyelesaikan sengketa visa ini? Atau Iran harus bertarung dengan sumber daya yang terbatas di panggung terbesar sepak bola dunia?
Satu hal yang pasti: drama di balik layar Piala Dunia 2026 telah dimulai, dan Iran berada di pusat badai tersebut. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
