HARIAN.NEWS, SELAYAR – Kodim 1415 Selayar secara resmi membuka Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kelurahan Batangmata Sapo, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (22/4/2026).
Antusiasme warga luar biasa sejak pagi hari, karena program kali ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat: sembako murah dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Baca Juga : Bupati Jeneponto: TMMD Bukan Sekadar Fisik, Tapi Bangkitkan Desa
Tak seperti seremoni pembukaan pada umumnya, pagi itu lokasi kegiatan dipadati ibu-ibu, bapak-bapak, hingga lansia yang datang berbondong-bondong. Mereka ingin memastikan diri mendapat layanan kesehatan gratis yang jarang tersedia di daerah terpencil seperti Kepulauan Selayar.
Bagi Anda yang tinggal di pedesaan atau daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), program seperti ini seringkali menjadi satu-satunya akses mendapatkan obat-obatan dan sembako murah. Bayangkan, tidak perlu ongkos kapal ke kota kecamatan.
Suryani, seorang ibu rumah tangga yang hadir bersama keluarganya, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Saat ditemui usai diperiksa kesehatannya, ia mengaku sangat terbantu.
Baca Juga : Danrem 141 TP Resmi Tutup TMMD ke-125, Sukses Bangun Desa!
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada TNI dan pemerintah setempat, khususnya pemerintah daerah. Dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta ketersediaan sembako murah, kami yang kurang mampu sangat terbantu,” ujarnya dengan mata berbinar.
Pertanyaannya kini: apa bedanya TMMD ke-128 kali ini dengan sebelumnya?
Jawabannya: TMMD ke-128 tidak hanya membangun infrastruktur fisik seperti jalan dan fasilitas umum. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat secara holistik. Dalam bahasa sederhana, TNI tidak hanya membangun jalan, tetapi juga memastikan perut kenyang dan badan sehat.
Baca Juga : Satgas TMMD ke-125, Gelar HUT Kemerdekaan ke-80 di Pedalaman Enrekang
Sinergi TNI-Pemda yang Berbuah Nyata
Kehadiran layanan kesehatan gratis dan pasar sembako murah menjadi bukti bahwa program ini serius mendorong percepatan kesejahteraan. Bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah, harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi kerap menjadi beban. Kini, dengan harga jauh di bawah pasaran, warga bisa bernapas lega.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

