Logo Harian.news

UIN Alauddin Perkuat Tata Kelola Kerja Sama untuk Dongkrak Reputasi Internasional

Editor : Redaksi II Senin, 20 April 2026 18:10
Pelaksanaan kegiatan Optimalisasi Kerja Sama Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat. (Dok UIN)
Pelaksanaan kegiatan Optimalisasi Kerja Sama Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat. (Dok UIN)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar memperkuat strategi pengelolaan kerja sama sebagai langkah meningkatkan kinerja institusi dan daya saing di tingkat global. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Optimalisasi Kerja Sama Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat, Senin, 20 April 2026.

Kegiatan yang dipandu Kepala Bagian Kerja Sama, Ismi Sabariah, S.Ab., M.Adm.SDA, itu dihadiri Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Dr. M. Muflih B.F., M.M., para ketua lembaga, Satuan Pengawasan Internal (SPI), wakil dekan, ketua program studi, serta sivitas akademika.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Muhammad Amri, Lc., M.Ag., menegaskan bahwa kerja sama perguruan tinggi harus mampu menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar memenuhi aspek administratif.
“Kerja sama yang baik adalah kerja sama yang berdampak. Perguruan tinggi harus mampu memastikan setiap kolaborasi memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, perubahan instrumen akreditasi perguruan tinggi ke depan menuntut setiap institusi memiliki arah pengembangan yang jelas sesuai keunggulan masing-masing.

“Perguruan tinggi perlu menentukan di mana letak kekuatannya. Itu akan menjadi pijakan dalam membangun daya saing institusi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Pengawasan Internal (SPI), Roby Aditiya, S.Pd., M.Acc., CGAA., CRMP., CTT, menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola administrasi kerja sama, terutama dalam sinkronisasi data dan pemenuhan indikator kinerja utama (IKU).

Menurutnya, selama ini masih terdapat dokumen kerja sama yang hanya disusun untuk memenuhi kebutuhan administrasi tanpa menunjukkan hasil yang terukur.

“Ketika indikator sudah ada, bukti ketercapaiannya belum tentu kuat. Akibatnya, dokumen hanya menjadi pelengkap administrasi, bukan menunjukkan dampak nyata bagi institusi,” jelas Roby.

Ia menambahkan, seluruh dokumen kerja sama harus terdokumentasi secara baik dan terintegrasi agar mudah ditelusuri untuk kebutuhan pelaporan maupun akreditasi.

Pada sesi berikutnya, Ketua International Office UIN Alauddin Makassar, Dr. Serliah Nur, M.Hum., M.Ed., memaparkan perkembangan kerja sama internasional yang terus diperluas melalui penjajakan dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri, di antaranya SOAS University of London dan Keimyung University.

Ia juga mengungkapkan bahwa UIN Alauddin saat ini memiliki 23 mahasiswa asing yang menempuh pendidikan pada periode 2024–2025.

“Ke depan kami ingin memperbanyak program internasional yang lebih fleksibel, seperti pertukaran mahasiswa, short course, dan berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya,” ujarnya.

Selain itu, International Office juga telah menerapkan sistem berbasis aplikasi dalam pengurusan izin kegiatan dosen di luar negeri sehingga proses administrasi menjadi lebih efektif dan terdokumentasi.

Sementara itu, Ketua Tim Task Force Reputasi dan Pemeringkatan Internasional (RPI), Dr. Ridwan Andi Kambau, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa peningkatan reputasi internasional membutuhkan keterlibatan seluruh unit kerja di lingkungan universitas.

Ia menjelaskan, tim RPI saat ini berfokus meningkatkan performa UIN Alauddin pada lima lembaga pemeringkatan dunia, yakni Webometrics, QS Rankings, Times Higher Education (THE) Impact Rankings, UI GreenMetric, dan Scimago Institutions Rankings.

“Peningkatan reputasi internasional bukan hanya tanggung jawab satu unit. Semua program strategis harus menghasilkan data yang mendukung penilaian lembaga pemeringkatan dunia,” katanya.

Menurut Ridwan, tantangan terbesar saat ini bukan pada ketersediaan sistem, melainkan integrasi data antarunit agar informasi yang dibutuhkan dapat disajikan secara cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang kita butuhkan bukan sekadar membangun sistem, tetapi memastikan seluruh data saling terhubung sehingga mampu mendukung kebutuhan akreditasi dan pemeringkatan internasional,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut juga diisi diskusi antara narasumber dan peserta mengenai penguatan tata kelola kerja sama, integrasi data, hingga strategi meningkatkan kontribusi fakultas dan program studi terhadap pencapaian indikator kinerja universitas.

Melalui forum ini, UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya untuk menjadikan kerja sama sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat reputasi internasional, serta mendorong daya saing perguruan tinggi di tingkat global.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda