Logo Harian.news

Viral Mukena Pink: Warganet Buru Link Asli, Ternyata Hanya Ilusi Digital

Editor : Andi Awal Tjoheng Jumat, 13 Maret 2026 21:58
Video mukena pink viral ramai dicari di TikTok dan X || tangkaplayarTikTok
Video mukena pink viral ramai dicari di TikTok dan X || tangkaplayarTikTok

“Banyak yang mengira ada ‘rahasia besar’ di balik sensor itu. Faktanya, bisa jadi sensor tersebut hanya diedit untuk memancing klik (clickbait), dan versi ‘tanpa sensor’-nya sama sekali tidak pernah ada,” ujar seorang pengamat keamanan siber yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi, Jumat (13/3).

Jebakan Digital di Balik Rasa Penasaran

Baca Juga : Dewan Pers: Google, Meta, TikTok Kuasai 80 Persen Iklan RI

Fenomena ini mengingatkan kita pada pola lama yang selalu berulang setiap kali ada konten viral bernuansa sensitif. Modusnya klasik: memanfaatkan rasa ingin tahu manusia untuk menjebak mereka ke dalam jerat phishing atau penyebaran malware.

Setiap kali seseorang mengeklik tautan mencurigakan yang menjanjikan “video asli”, mereka secara tidak sadar mungkin telah membuka pintu bagi pencurian data atau infeksi virus pada gawai mereka.

Narasi tentang “video panjang” atau “rekaman CCTV lengkap” hanyalah umpan untuk meningkatkan trafik situs-situs ilegal tersebut.

Baca Juga : Bahlil Penasaran, Raffi Ahmad Dikontak Cari Pembuat Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun sumber kredibel atau lembaga resmi yang dapat mengonfirmasi keberadaan versi asli video tersebut tanpa sensor.

Klaim-klaim yang beredar di media sosial murni berdasarkan spekulasi liar yang tumbuh subur di lahan ketidaktahuan.

Imbauan Untuk Tetap Waras di Dunia Maya

Baca Juga : Kasus Hayam Wuruk, Komdigi: Judi Online Jaringan Lintas Negara

Pakar literasi digital mendesak publik untuk lebih bijak dalam menyikapi fenomena viral semacam ini.

“Rasa penasaran itu wajar, tapi jangan sampai mengorbankan keamanan data pribadi Anda. Jika sebuah tautan menjanjikan sesuatu yang terlalu sensasional tanpa sumber jelas, 99 persen itu adalah jebakan,” tegasnya.

Polisi Siber juga dikabarkan mulai memantau peredaran tautan-tautan palsu ini, terutama jika ditemukan adanya unsur penipuan atau penyebaran konten asusila yang merugikan banyak pihak.

Baca Juga : Di Tangan Intelektual, Disinformasi, Fitnah dan Kebencian Menjadi Ancaman Nyata

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda