Logo Harian.news

Yang Lebih Busuk dari Fitnah Itu Sendiri, Kita

Editor : Andi Awal Tjoheng Kamis, 26 Maret 2026 18:24
Sulthan (Pemuda Tombolo Pao) ||Ist
Sulthan (Pemuda Tombolo Pao) ||Ist

Sulthan ( Pemuda Tombolo Pao)

HARIAN.NEWS, GOWA – Di Kabupaten Gowa, ada satu keyakinan yang diam-diam telah menjelma menjadi “kebenaran” bahwa isu perselingkuhan seorang Bupati adalah pasti benar, selama ia cukup sering diulang, cukup ramai dibicarakan, dan cukup memuaskan rasa ingin tahu publik.

Baca Juga : DPRD Gowa Kaji Jawaban Bupati atas Rekomendasi RDPU, Soroti Tidak Adanya Klarifikasi Terbuka

Mari kita lihat itu lebih dalam.

Bukan sekadar membantah atau mempertanyakan isinya , tetapi membongkar cara berpikir yang membuat masyarakat begitu mudah menjadi alat dari sesuatu yang bahkan tidak mereka pahami.

Kita tdk lagi Mencari Kebenaran, Kita Mencari Sensasi. Ada satu hal yang jarang diakui,
mayoritas orang tidak peduli apakah isu itu benar atau tidak.

Baca Juga : Pemerintah Kabupaten Gowa Jangan Hanya Menjadi Penonton dalam Pengawasan SPPG

Yang mereka pedulikan adalah
apakah isu itu menarik, mengguncang, dan memberi mereka bahan untuk merasa lebih suci dari orang lain.

Fitnah bukan lagi soal benar atau salah. Ia telah
berubah menjadi komoditas sosial.
Dan di titik ini, masyarakat tidak lagi menjadi korban, tetapi mereka adlah pasar.

Narasi Pemimpin Harus Siap Dihujat adalah kebohongan yang dipelihara.
Konsekuensi dasar yang harus diterima setiap pejabat publik adalah mengikhlaskan urusan privasinya untuk dikunyah, terlampau matang bahkan dalam keadaan mentah.

Baca Juga : EL Nino Menyapa ? Sudah Siapkah Indonesia

Negara sebenarnya telah mengatur batasannya.
Ada hukum. Ada etika. Ada garis yang jelas.
Namun yang terjadi? Batas itu dilindas oleh sesuatu yang lebih liar “etika versi massa.”

Pemimpin dianggap harus:
Ikhlas dihina,Siap difitnah, Wajib diam.Padahal, itu bukan etika.
Itu pembiaran terhadap kekerasan sosial.Dan di celah itulah para parasit hidup.

Mereka mengatasnamakan moral, tetapi pekerjaannya menghancurkan moral orang lain.
Mereka berbicara tentang etika, tetapi metode mereka adalah kebohongan.

Baca Juga : Pesta Babi, Ruang Sipil, dan Cara Baru Kekuasaan Membentuk Kesadaran

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda