Logo Harian.news

72 Nama Pemilih Ganda Dicoret dari DPT PSU Palopo

Editor : Rasdianah Kamis, 01 Mei 2025 14:51
Anggota Bawaslu Sulsel Saiful Jihad, Foto: HN/Sinta
Anggota Bawaslu Sulsel Saiful Jihad, Foto: HN/Sinta
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan mencoret 72 nama pemilih ganda dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kota Palopo. Langkah ini diambil usai Rapat Koordinasi (Rakor) Data Pemilih yang digelar pada 1 Mei 2025 di Kantor KPU Kota Palopo.

Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, menyatakan bahwa pencoretan ini merupakan hasil dari pencermatan bersama antara KPU, Bawaslu, tim pasangan calon, dan penyelenggara tingkat kecamatan.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo

“Dari 230 potensi pemilih ganda yang sebelumnya kami temukan, sebanyak 72 nama telah dipastikan terdaftar lebih dari satu kali dan akan dicoret oleh KPU melalui sistem Sidalih,” ujarnya, dalam pesan teks yang diterima harian.news, Kamis (1/5/2025).

Menurutnya, proses terbuka ini mencerminkan kemajuan dalam pengelolaan data pemilih.

“Kegiatan ini sangat strategis dan bisa menjadi model pemutakhiran data pemilih ke depan, karena seluruh pihak dilibatkan sejak awal dan diberi akses data yang sama,” tegas Saiful.

Baca Juga : Pasca PSU Pilkada Palopo, Bawaslu Sulsel Pantau Rekapitulasi Kecamatan

Selain nama ganda, juga ditemukan 381 pemilih yang telah meninggal dunia berdasarkan data DPT 27 November 2024. Bawaslu telah menerima surat keterangan resmi sebagai dasar pencoretan.

“Kami mendorong agar jika masih ada pemilih tidak bersyarat, seperti yang pindah domisili atau beralih status, masyarakat dapat menyampaikannya ke KPU dengan dokumen pendukung,” tambahnya.

Saiful menilai bahwa transparansi seperti ini sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan data oleh pihak tak bertanggung jawab, sekaligus meminimalisir kesalahpahaman publik terhadap daftar pemilih.

Baca Juga : PSU Pilkada Palopo : Farid Judas Ucapkan Selamat untuk Naili-Ome

“Kami berharap hasil rakor ini bisa segera dipublikasikan agar masyarakat paham siapa yang masih berhak memilih dan siapa yang tidak. Ini bagian dari upaya menjaga integritas PSU Palopo dan pemilu secara umum,” tutupnya.

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda