Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat pengawasan penyaluran BBM, khususnya BBM bersubsidi, untuk memastikan distribusinya tepat sasaran.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat menerima audiensi Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, beserta jajaran di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
Baca Juga : 357 Tahun Sulsel, Gubernur Andi Sudirman: Infrastruktur Kita Percepat
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Pemprov Sulsel terkait pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU bagi pemerintah daerah 24 Kabupaten/Kota.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
“Kita telah membentuk Satgas juga dan kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melaksanakan panic buying, pembelian BBM,” kata Andi Sudirman.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
Ia menegaskan, berdasarkan koordinasi dengan Pertamina, stok BBM tersedia di SPBU, termasuk layanan yang beroperasi 24 jam. Namun, peningkatan permintaan terhadap BBM bersubsidi turut menyebabkan kepadatan dan antrean di sejumlah SPBU.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
“Stok ada di SPBU kita, termasuk 24 jam terbuka, dan memang ada peningkatan permintaan untuk yang bersubsidi,” ujarnya.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
Andi Sudirman meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Karena, kepanikan justru dapat memperpanjang antrean dan menyulitkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
Selain peningkatan permintaan, Pemprov Sulsel juga menemukan indikasi praktik yang tidak sesuai aturan di lapangan. Di antaranya, pengisian BBM secara berulang meskipun BBM sebelumnya belum dimanfaatkan, hingga dugaan modifikasi tangki kendaraan.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
“Tidak sedikit ada di lapangan ditemukan kondisi-kondisi yang mengindikasikan kecurangan, baik daripada pengisian berulang tanpa dimanfaatkan BBM yang sudah diisi hari sebelumnya. Yang kedua kadang-kadang modifikasi tangki,” jelasnya.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
Untuk mencegah praktik tersebut, pengawasan akan diperketat. Pemeriksaan akan dilakukan terhadap kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran, termasuk menindak oknum yang memanfaatkan situasi untuk memperoleh BBM bersubsidi secara tidak semestinya.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
“Kita akan perketat ke depan, termasuk pemeriksaan sampai pencabutan izin dan pemblokiran nomor polisi kendaraan tersebut,” tegas Andi Sudirman.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
Andi Sudirman juga mengingatkan agar pemilik kendaraan dan para pengemudi mematuhi regulasi yang berlaku. Tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara melakukan pengisian berulang atau menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
“Kami mohon kepada pemilik kendaraan, termasuk sopir dan kendaraan sendiri, kita akan perketat ke depan. Saya mohon kerja samanya karena banyak masyarakat yang sedang mengantri dan memang betul-betul butuh,” imbuhnya.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
Pengawasan akan melibatkan unsur kepolisian, Pertamina, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel. Tim di lapangan akan terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran dan pengisian BBM di SPBU.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
Andi Sudirman menyampaikan Pemprov Sulsel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, mengingat kebijakan dan kewenangan terkait BBM berada dalam koordinasi pemerintah pusat. Ia kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban di SPBU dan tidak melakukan panic buying.
Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager
Kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan agar distribusi BBM dapat berjalan dengan baik dan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh BBM secara wajar.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
