HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pjs Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis menyebut, penyelesaian anak jalanan (Anjal), gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang kembali menjamur di Makassar serupa efek domino.
Pasalnya, Anjal dan Gepeng telah menjadi masalah krusial di kota besar, termasuk Makassar dan menjadi keresahan bersama yang dialami warga.
Baca Juga : Dari Lorong ke Ketahanan Pangan, Urban Farming Terus Diperluas di Makassar
Bahkan, menyebabkan ketidaknyamanan wisatawan saat berkunjung ke kota Makassar.
“Nah, itulah yang menjadi fokus kita bagaimana Makassar ini bebas dari pengamen bebas dari pengemis,” ujarnya.
Apalagi, telah ada peraturan daerah yang mengatur disertai pemberian sanksi. Meski begitu, kata Arwin Anak Jalanan dan Gepeng tidak semestinya langsung ditertibkan.
Baca Juga : Proyek PSEL di TPA Manggala Digenjot, Gelontorkan 3 Miliar untuk 8 Hektare Lahan
Pasalnya, Pemerintah Kota harus memastikan kesejahteraan setelah melakukan penertiban.
“Kita harus berpikir bahwa kira-kira apa solusi terhadap mereka ini ketika tidak di jalan lagi dia dimana, diakan harus hidup, makan, dan kerja. Hal itulah yg harus dipikir, karena ini ada efek dominonya yang kita pikirkan,” jelas Arwin.
Dia menjelaskan, tujuan pemerintah kota hadir sebagai solusi untuk masyarakat, jika menertibkan untuk diterlantarkan kembali tentu menjadi persoalan serius.
Baca Juga : Appi Targetkan 180 Hari, Makassar Beralih ke Sanitary Landfill
“Ketika ditertibkan kita berpikir, dia mau kemana, sementara pemerintah itu wajib memberikan solusi terhadap masyarakatnya. Jangan sampai ditertibkan kemudian menjadi ditelantarkan kembali,” ujarnya.
“Itu tidak menyelesaikan masalah, dan hal tersebut hanya menunda masalah saja, kemudian terjadi lagi, kita sementara memikirkan,” tambahnya.
Dirinya bersama tujuh OPD terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kebudayaan, berkolaborasi untuk mencarikan solusi terbaik.
Baca Juga : Pemkot Makassar Gelar Salat Id di Karebosi, Imam Syekh Al-Areqi, Khatib Rektor UIN
“Saya serahkan kepada kadis sosial untuk teknisnya bagaimana, dan pelaksanaannya bagaimana penertibannya ini,” pungkasnya.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

