Logo Harian.news

Banjir Ancam Makassar Dimusim Hujan, Appi Lirik Teknologi Yokohama

Editor : Redaksi II Selasa, 27 Oktober 2026 12:36
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi saat melihat langsung teknologi milik Jepang dalam penanganan banjir. Harian.News/HO-Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi saat melihat langsung teknologi milik Jepang dalam penanganan banjir. Harian.News/HO-Humas Pemkot Makassar

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim hujan dengan melirik penggunaan teknologi penyedot dan penyemprot air bertekanan tinggi dari Jepang.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Pemerintah Kota Makassar berharap teknologi tersebut dapat mempercepat penanganan genangan sekaligus membantu petugas membersihkan sedimentasi dan sampah yang menyumbat saluran drainase.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tinjau Penimbunan Stadion Untia

Munafri menjajaki teknologi ini melalui kerja sama city-to-city antara Kota Makassar dan Kota Yokohama, Jepang, yang difasilitasi Nippon Koei Co., Ltd.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Sebagai langkah awal, Munafri menyaksikan demonstrasi penggunaan kendaraan penyedot dan penyemprot air di kanal depan Dankeslap TNI AD, Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan genangan di Makassar.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Baca Juga : Hadiri Forum PBB Jenewa Swiss: Munafri Paparkan Program Kreatif Makassar ke Panggung Dunia

“Ke depan, alat ini diharapkan bisa membantu mengantisipasi banjir dan genangan. Dengan begitu, penanganan air di kanal maupun selokan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” ujar Munafri.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Munafri menegaskan bahwa pemerintah harus mengantisipasi potensi banjir sejak dini, terutama di kawasan permukiman dan titik-titik yang kerap mengalami genangan.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Terlebih lagi, prediksi cuaca menunjukkan potensi peningkatan curah hujan di Makassar pada akhir November hingga awal Desember. Kondisi tersebut mendorong Pemkot Makassar untuk memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur drainase.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

“Tentu, antisipasi perlu kita lakukan sejak dini, terlebih berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG, Makassar diperkirakan memasuki periode peningkatan curah hujan pada akhir November hingga awal Desember,” tuturnya.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Karena itu, Pemkot Makassar mulai mengidentifikasi kebutuhan peralatan yang dapat membantu petugas menangani drainase secara lebih optimal. Pemerintah juga memprioritaskan kawasan yang selama ini kerap mengalami genangan.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

“Kita ingin memastikan seluruh saluran drainase yang menjadi titik rawan banjir bisa diantisipasi sejak awal,” katanya.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

“Ini merupakan ikhtiar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mempercepat penanganan apabila ada warga yang terdampak,” sambung Ketua IKA FH Unhas itu.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Selain mengantisipasi genangan, Pemkot Makassar juga berupaya mengatasi penumpukan sedimentasi dan sampah yang menghambat aliran air. Sejumlah saluran bahkan memiliki bagian tertutup sehingga petugas membutuhkan peralatan khusus untuk membersihkannya.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Munafri ingin melihat kemampuan kendaraan penyedot dan penyemprot bertekanan tinggi dalam mengatasi persoalan drainase di lapangan.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Ia menjelaskan bahwa kendaraan penyedot berpotensi membantu mengurangi genangan dengan memindahkan air ke kanal utama atau saluran pembuangan yang sesuai.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Sementara itu, kendaraan penyemprot dapat membantu petugas membersihkan kotoran dan endapan yang melekat pada saluran. Teknologi tersebut juga berpotensi menjangkau lokasi yang sulit dibersihkan menggunakan peralatan konvensional.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

“Kota Makassar memiliki banyak saluran, termasuk yang tertutup. Karena itu, kita membutuhkan alat yang bisa membantu proses penyedotan dan pembersihan secara lebih maksimal, sehingga persoalan sampah dan sedimentasi di saluran dapat ditangani dengan lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Pemkot Makassar akan mengevaluasi kesesuaian teknologi dengan kondisi drainase di wilayahnya sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Evaluasi tersebut mencakup efektivitas penggunaan alat, kebutuhan operasional, serta manfaatnya dalam mempercepat penanganan genangan dan banjir.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Selain menjajaki teknologi baru, pemerintah juga akan memperkuat pemeliharaan kanal dan drainase secara berkala. Petugas perlu membersihkan sedimentasi dan mengangkat sampah yang menyumbat saluran agar air dapat mengalir dengan lancar.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

“Selain itu, pembersihan sedimen, pengangkatan sampah yang menyumbat aliran, serta pemeliharaan kanal dan drainase menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas saluran tetap optimal,” imbuh Appi.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Dengan demikian, Pemkot Makassar tidak hanya mengandalkan penanganan ketika banjir terjadi, tetapi juga mendorong langkah pencegahan melalui pemeliharaan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Munafri berharap penjajakan kerja sama dengan Kota Yokohama dapat membuka peluang penerapan teknologi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Makassar.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Menurutnya, pemerintah perlu menggabungkan perencanaan yang matang, pemeliharaan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, dan respons cepat untuk menghadapi berbagai risiko selama musim hujan.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

Melalui langkah tersebut, Pemkot Makassar menargetkan penanganan genangan berlangsung lebih cepat dan efektif, sekaligus menjaga keselamatan serta kenyamanan masyarakat.

Baca Juga : BMKG Sebut 22 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Baca Juga : Saat Wali Kota Makassar Dengarkan Aksi Warga Tamalanrea Menolak Proyek PSEL

 

“Melalui langkah antisipatif ini, kita berupaya memastikan penanganan genangan dan banjir dapat dilakukan secara lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan warga,” pungkas Ketua terpilih DPD Partai Demokrat Sulsel itu.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda