HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Suasana jalan agak berbeda selama 3 hari terakhir di sekitar Jl. Tun Abdul Razak, Paccinongang, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Beberapa truk melintas dan mengambil badan jalan untuk parkir dengan intensitas yang cukup banyak dan tidak seperti biasanya.
Alhasil, aktivitas dum truk material galian C yang beroperasi atau sedang melakukan aktivitas menimbun pondasi tersebut dikeluhkan warga.
Pantaun Harian.News, banyak dump truk yang datang dan melintas tidak menutup bak truk secara benar. Selain itu, intensitas truk yang melintas juga sangat padat akibatnya material berceceran, membuat ruas jalan Tun Abdul Razak menuju Makassar bertebaran debu dan tanah aspal.
Baca Juga : Mahasiswa KPI UIN Alauddin Jajal Destinasi Wisata Makassar, Belajar Menulis Hingga Buat Berita
Ahmad (32) Pengguna jalan mengatakan, kondisi tersebut sudah terjadi selama 2 hari terakhir.
“Memang dari kemarin, Selasa (19/3/2024), tapi beuml banyak, sekarang sudah banyak tanah yang jatuh di jalanan,” ujar Ahmad, Rabu (20/3/2024).
Lokasi yang sama, Nabila (21) Pengguna jalan yang juga Mahasiswa UIN Alauddin mengeluhkan dum truk yang tidak menutup materialnya.
“Tanahnya kan jatuh kemana-mana, bukan cuma itu ada juga debu yang ganggu mata kalau kita bawa motor,” ujar Nabila kesal.
Harusnya, kata Nabila pemilik kepentingan lebih berhati-hati dan memikirkan kondisi jangka panjang selama pengerjaan.
“Jangan asal kerja saja bangunannya, yang susah kan kita yang bawa motor, bisa bisa jatuh kalau tidak hati hati. Liat saja banyak tanah di aspal,” kesalnya.
Selain itu, Nabila meminta agar pemerintah setempat tidak menutup mata soal dum truk yang membawa material C.
“Harusnya kan ada jam operasional, atau ada saksi tegas untuk truk yang tidak menutup bahan materialnya. Bukan cuma di sini (Jl Tun Abdul Razak, tetapi juga di depan Kampus UIN, kan ini truk dari arah sana (UIN), kalau disini saja separah ini bagaimana kita di UIN,” tandasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
