HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Manajemen RSUD Daya Makassar membantah keras kabar simpang siur yang menyebut keluarga korban begal di kawasan Ablam harus menanggung biaya operasi hingga Rp20 juta.
Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. A. Any Muliany, menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Baca Juga : Sikat Begal Jakarta: Kodam Jaya Dukung Polda dengan Batalyon Tempur
“Seluruh penanganan medis terhadap pasien korban begal dilakukan secara gratis. Tidak ada biaya operasi seperti yang beredar,” ujar Dirut dalam keterangannya.
Ia menekankan bahwa pemerintah kota telah menjamin pembiayaan penuh melalui skema Jamkesda, khususnya untuk korban kekerasan jalanan yang tidak tercakup dalam BPJS Kesehatan.
Menurut dr. Any, pasien H (13) saat ini masih menjalani penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD), termasuk transfusi darah, pemeriksaan laboratorium, rontgen dada, dan evaluasi tulang belakang.
Baca Juga : Pemkot Makassar Andalkan Jamkesda untuk Korban Begal, Tawuran, dan Kekerasan Jalanan
Rumah sakit juga memastikan seluruh prosedur medis dilakukan sesuai standar demi keselamatan pasien.
Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa tidak boleh ada warga yang terabaikan hanya karena keterbatasan biaya, terutama dalam kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa.
(Ads)
Baca Juga : Korban Begal Anak di Makassar Dirawat Gratis, Pemkot Pastikan Penanganan Maksimal
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
