MAKASSAR,HARIAN.NEWS – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) keempat periode 2013-2015, Hamdan Zoelva dipastikan akan hadir di Makassar dalam rangka melantik pengurus DPW Syarikat Islam (SI) Sulsel periode 2022-2027.
Hamdan Zoelva merupakan Presiden Syarikat Islam/Laznah Tanfidziyah, tiba di Makassar, Sabtu (24/6/2023) dan dijadwalkan melantik Syamsu Rizal MI, selalu Ketua SI Sulsel bersama jajaran pengurus.
Baca Juga : Taruna Ikrar Lantik 58 Pejabat Baru BPOM, Minta Perkuat Integritas, Tolak Suap dan Konflik Kepentingan
Ballroom B Lt 2 Menara Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) akan jadi tempat pelantikan, Sabtu (23/6) siang.
Ketua Panitia Pelantikan Muhammad Anugrah Kurniawan menyampaikan sebelum pelantikan oleh Hamda Zoelva, dibacakan sekapur sirih cikal bakal organisasi oleh dewan wilayah SI Sulsel, Burhanuddin Tunreng.
Selanjutnya masuk prosesi pelantikan, pembacaan SK pengurus oleh Wakil Sekjend DPP SI, Yudhi Irsyandi Syafii. Setelah itu dilanjutkan MoU SI Sulsel dengan Rumah Quran Lembaga Harapan Umat.
Baca Juga : Unibos dan Poltekbos Lantik Pejabat Struktural Baru Periode 2026–2031 di Momen Halal Bihalal
“Setelah itu sambutan Ketua SI Sulsel dan Presiden SI Pak Dr. Hamdan Zoelva, lalu dilanjutkan rapat kerja,” kata Ketua Panitia.
Sementara Syamsu Rizal atau Deng Ical menambahkan Presiden SI tiba di Makassar Sabtu pagi di Bandara Sultan Hasanuddin dengan agenda selain pelantikan, juga bertemu rekan di Makassar.
“InsyaAllah pak Presiden datang besok pagi, bersama Wasekjen Yudhi Irsyadi salahsatunya pelantikan,” kata Deng Ical.
Baca Juga : Prof Batara Surya Kembali Dilantik sebagai Rektor Unibos Periode 2026–2031
Diketahui SI, atau Sarekat Islam, dahulu bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi.
SDI merupakan organisasi yang pertama kali lahir di Indonesia, pada awalnya Organisasi yang dibentuk oleh Haji Samanhudi dan kawan-kawan ini adalah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang politik Belanda memberi keleluasaan masuknya pedagang asing untuk menguasai komplar ekonomi rakyat pada masa itu.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
