HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Jalan Muhammad Tahir, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Sabtu malam (29/8/2026) berubah menjadi lautan manusia.
Baca Juga : Semarak HUT RI Ke-81, Lapas Maros Gelar Porseni dengan Warga Binaan
Warga menggelar Pesta Rakyat bertajuk “Gaukanga Ri Jongaya” untuk memeriahkan HUT RI dengan nuansa budaya lokal yang kental.
Acara ini menghadirkan sederet nama besar seni Sulsel. Maestro Pasinrili, Haeruddin Daeng Nassa, tampil langsung mengisi panggung.
Hadir pula seniman senior Rahmat Soni Daeng Romo yang disapa akrab Daeng Romo. Kehadiran keduanya menambah semarak suasana.
Baca Juga : Anggaran Merpati untuk Perayaan HUT RI Rp 305 Juta Dikritik
Ketua Panitia Gaukanga Ri Jongaya, Rizal Fachruddin atau Ical, menyebut kegiatan ini merupakan upaya menghidupkan kembali tradisi yang sempat vakum sekitar 4 tahun di lingkungan Jongaya.
“Pelaksanaan pesta rakyat seperti ini sempat hilang sejak 4 tahun lalu. Tapi dengan terselenggaranya kembali tahun ini, kami berencana konsisten menjadikannya agenda rutin setiap HUT RI bagi remaja di Jongaya,” ujar Ical.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu panggung diisi beragam pertunjukan Pasinrili, Tari Paddupa, Angngaru, Tari Sulawesi, Drama “Gaukanga Ri Jongaya”, hingga Rampaq Gendang. Rangkaian lomba yang digelar pekan lalu juga ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Baca Juga : Aksi Joget Bahlil saat Perayaan HUT ke-81 RI Dikritik
Meski sepenuhnya digerakkan swadaya warga, kemeriahan acara melebihi ekspektasi. 500 kursi yang disiapkan panitia tidak cukup. Ribuan warga memadati lokasi, bahkan 4 setapak kanal dipenuhi penonton yang memilih berdiri.
“Alhamdulillah luar biasa. Penonton pecah. Terima kasih untuk warga, panitia, dan para donatur yang ikut menyukseskan pesta rakyat malam ini,” tambah Ical.
Antusiasme juga datang dari luar kota. Rahmat Mandir, warga Jeneponto yang sengaja datang ke Makassar, mengaku takjub dengan kemegahan acara tersebut.
Baca Juga : Wisata Sejarah dan Budaya Marakkan HUT RI ke-81 Yayasan KGMAB
“Ini bukan acara biasa. Saya dari Jeneponto, jauh-jauh datang dan tidak rugi sama sekali. Semua pertunjukannya mewah,” katanya.
Gaukanga Ri Jongaya menjadi bukti bahwa semangat gotong royong warga masih kuat. Lewat seni dan budaya, peringatan kemerdekaan di Jongaya tidak hanya meriah, tapi juga menguatkan identitas lokal.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
