Logo Harian.news

BI Sulsel Panen Perdana Padi Gamagora 7 di Maros, Produktivitas Tembus 8,9 Ton per Hektar

Editor : Redaksi II Rabu, 26 November 2025 20:00
Panen perdana demplot padi unggul varietas Gamagora 7 di lahan Kelompok Tani Sukamandiri, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. (Foto: BI Sulsel)
Panen perdana demplot padi unggul varietas Gamagora 7 di lahan Kelompok Tani Sukamandiri, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. (Foto: BI Sulsel)
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan sukses menggelar panen perdana demplot padi unggul varietas Gamagora 7 di lahan Kelompok Tani Sukamandiri, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Rabu (26/11/2025).

Panen ini menjadi capaian penting dalam mendukung program bibit unggul Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk meningkatkan produktivitas padi di daerah.

Baca Juga : Gandeng Trend Hijab Expo 2026, BI Gaungkan Ekosistem Modest Fashion Syariah di Sulsel

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, dalam sambutannya menegaskan bahwa hasil demplot Gamagora 7 membuktikan potensi besar varietas tersebut untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

“Panen ini menunjukkan bahwa varietas Gamagora 7 sangat adaptif di Sulawesi Selatan dan mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Ini adalah langkah nyata BI dalam membantu memperkuat ketahanan pangan melalui penggunaan bibit unggul,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan metode ubinan oleh BPS Kabupaten Maros pada 20 November 2025, varietas Gamagora 7 mencatatkan produktivitas sebesar 8,9 ton per hektar atau 58,9 persen di atas rata-rata produktivitas padi Kabupaten Maros yang berada pada angka 5,6 ton per hektar.

Baca Juga : Perkuat Literasi Syariah, Bank Indonesia Sulsel Gelar ToT dan Lomba Dakwah Ramadan 2026

Dengan umur panen hanya 100 hari, varietas ini dinilai sangat sesuai untuk mendukung program percepatan tanam nasional, termasuk skema Indeks Pertanaman 300 (IP300).

“Umur tanam yang lebih pendek membuka peluang peningkatan jumlah musim tanam tanpa menambah beban biaya produksi petani. Ini sangat relevan dengan strategi peningkatan produksi pangan berkelanjutan,” jelas Rizki.

Program demplot Gamagora 7 sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan efisiensi budidaya, penggunaan varietas unggul, dan penerapan sistem tanam jajar legowo.

Baca Juga : BI Sulsel Dorong Investasi dan Hilirisasi untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Varietas Gamagora 7 juga terbukti memiliki batang yang lebih kokoh sehingga tahan rebah saat angin kencang maupun hujan deras, serta lebih efisien dalam penggunaan pupuk dan pestisida.

Selain di Maros, BI Sulsel juga memperluas demplot Gamagora 7 ke delapan kabupaten/kota lainnya, yakni Sidrap, Soppeng, Gowa, Parepare, Enrekang, Takalar, Jeneponto, dan Bulukumba.

Total luas lahan demplot seluruhnya mencapai 18 hektar. Langkah ini bertujuan untuk menguji kemampuan adaptasi varietas Gamagora 7 pada berbagai kondisi agroklimat.

Baca Juga : BI Sulsel Siapkan 120 Titik Lokasi Penukaran Uang Baru Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Staf Ahli Gubernur Sulsel, Dr. Since Erna Lamba, SP., MP, yang turut hadir, memberikan apresiasi terhadap langkah BI.

“Kami menyambut baik inisiatif BI yang berkontribusi langsung pada peningkatan produktivitas petani. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas instansi dapat mempercepat penguatan ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

 

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda