Logo Harian.news

BPN Gowa Akui Konflik Tanah PTPN versus Warga Masih Jamak

Editor : Andi Awal Tjoheng Sabtu, 31 Januari 2026 20:53
BPN Gowa saat melantik petugas PTSL di kantor Bupati ||HO_yoz@harian.news
BPN Gowa saat melantik petugas PTSL di kantor Bupati ||[email protected]

HARIAN.NEWS ,GOWA – Konflik pertanahan, masalah ini dipastikan masih akan terus mewarnai kinerja Badan Pertanahan Nasional ( BPN) khususnya di Kabupaten Gowa.

Alif Raja, Kepala Kantor ( Kakan) BPN Gowa mengungkapkan jamaknya persoalan tanah di Kabupaten Gowa.

” Konflik lahan antara PTPN versus warga di Kabupaten Gowa masih menjadi tantangan bagi BPN ke depan,” ungkap Alif Raja saat melantik puluhan petugas PTSL di kantor Bupati Gowa.

Baca Juga : Heboh Sengketa Lahan Jusuf Kalla dengan PT GMTD

Dari beberapa kejadian yang sering muncul di tengah masyarakat Gowa, terdapat beberapa kecamatan masih menjadi wilayah yang rentan akan konflik tanah ini.

Kecamatan Pattallassang, Parangloe, Manuju, Bontomarannu merupakan wilayah yang sering mengalami gejolak akan masalah ini.

Selain konflik dengan PTPN, khusus untuk wilayah Kecamatan Pattallassang Parangloe dan Manuju, konflik tanah antara warga dengan pihak PT.Inhutani masih mewarnai kehidupan warganya.

Baca Juga : Sertifikasi Lahan Kian Marak, Area Situs Danau Mawang Kian Tergerus

Syaripudin Nagga, warga Kelurahan Lanna Kecamatan Parangloe membenarkan akan adanya konflik itu.

” Selain ratusan KK warga Parangloe di beberapa desa berkonflik dengan pihak PTPN, lahan warga yang telah didiami selama puluhan tahun juga di klaim oleh PT Inhutani,” urai Syaripudin Nagga.

Hal yang sama juga terjadi pada warga Kecamatan Manuju. Pihak PTPN serta pihak kehutanan juga menjadi konflik yang belum tuntas. ***

Baca Juga : Ratusan Aset Pemkab Gowa Berstatus Abu-Abu, Sekolah dan Masjid Bisa Digugat

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda