HARIAN.NEWS, SINJAI – Sebuah flyer berbasis Artificial Intelligence (AI) bergambar Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda (AMM), viral di media sosial, Sabtu (31/1/2026).
Isinya bukan sekadar sensasi, melainkan alarm keras atas krisis kepemimpinan di tubuh Pemerintah Kabupaten Sinjai yang dinakhodai Bupati Hj. Ratnawati Arief.
Flyer tersebut menampilkan narasi ekstrem dan menohok , “Saya tak punya urusan lagi. Saya bukan Wakil Bupati. Saya LSM.”
Baca Juga : AI Hanya Sebagai Alat Bantu, Wartawan Berintegritas Taat Kode Etik Jurnalistik
Kalimat itu sontak mengguncang publik. Bukan karena dibuat dengan teknologi AI semata, melainkan karena sejalan dengan realitas politik yang selama ini tercium di lapangan,Wakil Bupati seolah diparkir, disingkirkan, bahkan dianggap tak lagi relevan dalam roda pemerintahan.
Pertanyaannya kini terang dan tak bisa dihindari,apakah Bupati Sinjai sengaja mematikan peran Wakil Bupati?,
Retaknya relasi pemenang pilkada Sinjai 2024 itu disinyalir mengeras sejak penunjukan Direktur PDAM Tirta Sinjai.
Baca Juga : Indosat Gandeng Perbankan dan Regulator Perkuat Sistem Anti Spam dan Scam Berbasis AI
Dalam keputusan strategis tersebut, Bupati diduga bertindak sepihak tanpa melibatkan AMM sebagai Wakil Kepala Daerah.
Sebuah manuver yang menabrak etika pemerintahan dan mencederai prinsip kolektif kepemimpinan.
Lebih mencengangkan lagi, isu “remote kekuasaan” menyeruak ke tengah masyarakat.
Baca Juga : Dampak AI bagi Kaum Minoritas
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
