Logo Harian.news

BPOM Kawal Hilirisasi Garam Farmasi, Dorong Kemandirian Industri Nasional

Editor : Redaksi Selasa, 04 Februari 2025 17:07
BPOM Kawal Hilirisasi Garam Farmasi, Dorong Kemandirian Industri Nasional
APERSI

HARIAN.NEWS, LAMONGAN – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menegaskan komitmen BPOM dalam mendukung hilirisasi industri garam farmasi di Indonesia.

Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja ke PT Garam Dua Musim di Lamongan, Jawa Timur, pada Selasa (4/2/2025).

Baca Juga : Taruna Ikrar Terima Penghargaan atas Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan dari GP Farmasi Indonesia

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya BPOM untuk memperkuat industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan daya saing produk farmasi nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI.

“Saat ini, kebutuhan garam farmasi nasional mencapai 6.000 ton per tahun, tetapi sebagian besar masih bergantung pada impor. Oleh karena itu, BPOM terus mendorong percepatan sertifikasi dan pengawasan mutu bagi industri garam farmasi dalam negeri,” ujar Taruna Ikrar.

Ia menambahkan, langkah ini bertujuan untuk memastikan kemandirian industri farmasi nasional sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.

Baca Juga : Taruna Ikrar Bawa BPOM Masuk 6 Besar Nasional IKD ASN, Tata Kelola SDM Berbasis Data Makin Kuat

Selama kunjungan, BPOM meninjau langsung proses produksi, fasilitas, serta sistem jaminan mutu yang diterapkan di PT Garam Dua Musim. Selain itu, dilakukan diskusi strategis dengan manajemen perusahaan guna mengidentifikasi kendala dan memberikan dukungan teknis serta regulasi untuk mempercepat sertifikasi garam farmasi.

“Kami ingin memastikan bahwa industri garam farmasi dalam negeri dapat memenuhi standar mutu yang tinggi, sehingga dapat bersaing di tingkat global dan mendukung ketahanan kesehatan nasional,” tegas Taruna.

Momentum ini menjadi bagian penting dari sinergi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengawal hilirisasi garam farmasi di Indonesia.

Baca Juga : Taruna Ikrar Sidak di Batam, Rapat di BPOM Pastikan Daerah Perbatasan Diperhatikan untuk Keamanan Pangan Jelang Idulfitri 1447 H

Dengan percepatan produksi dan sertifikasi, Indonesia diharapkan dapat segera mencapai kemandirian dalam penyediaan bahan baku farmasi, yang berdampak langsung pada ketahanan kesehatan nasional.

“BPOM berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan industri garam farmasi agar dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi, aman, dan sesuai standar internasional,” kata Taruna.

Upaya ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri farmasi dalam negeri menuju kemandirian yang lebih kuat.

Baca Juga : Taruna Ikrar: BPOM Temukan 56 Ribu Produk Pangan Berbahaya Jelang Idul fitri Rugikan 103 Milyar

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda