HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, menyayangkan polemik yang terjadi dalam tubuh KONI.
Hal tersebut disampaikan Danny Pomanto, menyusul kisruh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Selatan dan Makassar terkait Pelaksana Tugas (Plt) Ketua.
Baca Juga : Dukungan Penuh KONI Mengalir, POBSI Makassar Siap Kawal Target Juara Porprov
Menurut Danny Pomanto, yang seharusnya diperdebatkan adalah bagaimana meningkatkan prestasi atlet, bukan persoalan internal yang tidak berdampak langsung pada pembinaan olahraga.
“Malu kita ribut soal begini. Kenapa tidak ribut soal prestasi? Saya ini atlet dan saya ini pembina olahraga di Makassar maupun di Sulsel. Mestinya yang diributkan itu soal prestasi, bukan hal seperti ini,” ujar Danny Pomanto, Minggu (2/2/2025).
Sebagai organisasi yang bertanggung jawab atas pengembangan atlet dan olahraga, KONI seharusnya lebih banyak membahas program pembinaan yang bisa membawa prestasi bagi daerah, bukan malah terjebak dalam konflik kepemimpinan.
Baca Juga : DM Nahkodai KONI Sulsel, Ucapan Selamat Terus Mengalir
Danny Pomanto juga mengungkapkan, bahwa ada dinamika dalam proses pemilihan pengurus KONI Makassar yang sempat berubah secara tiba-tiba.
Ia menjelaskan, para rapat pleno pengurus KONI Makassar Jumat (10/1/2025) lalu, Kusayyeng disepakati secara aklamasi menjadi pelaksana tugas Ketua Umum KONI Kota Makassar. Tetapi pada rapat pleno berikutnya, Senin (13/1/2025), mantan Kepala Dinas PU Makassar itu menyatakan mundur.
“Saat mereka datang ke saya, saya tanya bagaimana AD/RT-mu? Sesuai AD/RT, mereka sudah menunjuk wakil ketua. Tapi tiba-tiba, besoknya orang yang ditunjuk itu mundur. Semua proses ini terekam dengan baik,” jelasnya.
Baca Juga : Hasrul Abdul Rajab : DM Nahkodai KONI Sulsel, Kado Terindah di Hari Jadi Gowa ke-705 Tahun
Menurutnya, hal semacam ini tidak seharusnya menjadi bahan perdebatan berkepanjangan. Yang lebih penting adalah bagaimana memastikan bahwa pembinaan olahraga tetap berjalan dengan baik, tanpa adanya kepentingan politik atau perebutan kekuasaan yang justru merusak sistem.
“Tingkatkan saja prestasi atlet,” tutupnya.
Penulis: Nursinta
Baca Juga : DM Calon Tunggal di Musprov KONI Sulsel, Chalik Suang : Peluang Aklamasi Jelas
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

