HARIAN.NEWS,SINJAI – Persoalan banjir yang terus berulang di sejumlah wilayah Kabupaten Sinjai dalam beberapa tahun terakhir mulai memunculkan berbagai sorotan dari masyarakat.
Kondisi tersebut bahkan melahirkan anggapan bahwa Sinjai kini layak disebut sebagai “kabupaten ramah banjir” akibat masih lemahnya pengelolaan lingkungan dan penanganan drainase di sejumlah kawasan.
Baca Juga : Pemerintah Sinjai Gandeng PT Semen Tonasa Kelola Sampah
Di bawah kepemimpinan Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif bersama Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda, berbagai program pembangunan terus berjalan.
Namun, sebagian masyarakat menilai perhatian terhadap pelestarian lingkungan, normalisasi sungai, dan perbaikan saluran drainase masih perlu ditingkatkan.
Saat curah hujan tinggi, sejumlah titik rawan banjir kembali tergenang dan mengganggu aktivitas warga.
Baca Juga : Bupati Sinjai Tinjau Pabrik Porang Berteknologi Tinggi di Lappa
Bahkan, area Rumah Jabatan Bupati Sinjai serta sejumlah ruas jalan protokol turut terdampak genangan air.
Selain faktor cuaca ekstrem, minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, penyempitan daerah resapan air, serta buruknya sistem drainase disebut menjadi penyebab utama banjir yang terus berulang.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi tersebut.
Baca Juga : Banjir di Bone, Lansia Meninggal, Bupati Terjunkan Tim Darurat
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah lebih serius memperkuat program mitigasi bencana, melakukan rehabilitasi kawasan resapan air, serta meningkatkan edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
