HARIAN.NEWS, HOUSTON, TEXAS – Sebuah tonggak sejarah bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat terukir pada Sabtu, 7 Februari 2026. Masjid Istiqlal Houston resmi diresmikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo.
Peresmian berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri Kepala Konsulat Jenderal RI di Houston, Presiden Indonesian American Muslim Community (IAMC), serta ratusan diaspora Indonesia.
Prosesi pemotongan pita oleh Dubes RI menjadi simbol berdirinya rumah ibadah yang telah diperjuangkan lebih dari 12 tahun oleh komunitas Muslim Indonesia di Houston.
Dalam sambutannya, Dubes Indroyono menegaskan bahwa Masjid Istiqlal Houston bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol persatuan. Ia mengingatkan bahwa Masjid Istiqlal di Jakarta dibangun sebagai penanda kemerdekaan dan persatuan bangsa.
“Kami berharap Masjid Istiqlal Houston, meski jauh dari tanah air, membawa semangat persatuan yang sama bagi komunitas Muslim Indonesia di Amerika,” ujarnya.
Imam Masjid Istiqlal Houston, Muthahhir Arif, menegaskan bahwa masjid ini akan menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pembelajaran dan dialog sosial. Menurutnya, masjid dibangun oleh semangat kolektif komunitas, sehingga harus menjadi ruang yang memperkuat kohesi sosial-baik di antara umat Muslim, komunitas Indonesia, maupun masyarakat Amerika secara luas.
“Masjid ini adalah warisan amal jariyah jamaah Indonesia. Kami ingin menjadikannya pusat ilmu, persaudaraan, dan dialog yang inklusif,” kata Imam Muthahhir.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh dan donatur baik dari dalam maupun luar negeri yang berperan besar dalam proses pembangunan. Nama-nama seperti Zulfan E. Harahap, Eka Kristanto, Hendro Pramono, Mucharror Zuhri, Heri Prasidi, Bambang Samudra, Dharma Pohan, Bambang Gumilar, Raditya, Tauhid, Suparman, Lilian, Wieke Kodri, Rochmah, Dudi, Auli, Denny, Bustaman, serta tokoh lainnya turut dikenang atas dedikasi mereka.
Presiden IAMC, Beben Suteja, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh Board of Directors (BOD) IAMC lintas periode yang telah membimbing komunitas melewati berbagai tantangan selama lebih dari satu dekade.
“Kami tidak mungkin sampai di titik ini tanpa dukungan dan kerja keras seluruh komunitas. Ini adalah hasil kebersamaan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi dukungan Konsulat Jenderal RI yang konsisten mendampingi komunitas sejak awal proses pembangunan.
Siap Sambut Ramadhan
Menjelang bulan suci Ramadhan, Masjid Istiqlal Houston kini hadir dengan fasilitas yang lebih luas dan representatif.
Imam Muthahhir menyebut, kapasitas yang lebih besar memungkinkan pelaksanaan program Ramadhan berjalan lebih optimal mulai dari salat tarawih, kajian keislaman, hingga pembelajaran agama yang lebih terstruktur.
“Dengan ruang yang lebih luas, kami bisa melayani lebih banyak jamaah dengan lebih nyaman,” jelasnya.
Masjid ini diharapkan menjadi etalase Islam Indonesia yang damai, toleran, dan inklusif di Amerika Serikat. Semangat Islam harmonis yang tumbuh di Indonesia ingin dihadirkan di Houston sebagai wajah persaudaraan lintas budaya.
Komunitas Indonesia di Houston pun diajak untuk bersama-sama meramaikan program Ramadhan dan menjadikan masjid ini sebagai pusat penguatan iman serta solidaritas sosial.
Masjid Istiqlal Houston kini tak sekadar bangunan ibadah, melainkan simbol gotong royong, persatuan, dan warisan amal jariyah diaspora Indonesia di negeri Paman Sam.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
