Logo Harian.news

Krisdayanti Terima Saweran di Ultah Fenny Frans, Aktivis Budaya Gowa Desak Pencopotan Predikat Diva

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 08 Februari 2026 22:51
Krisdayanti menerima saweran: Krisdayanti di panggung dengan tumpukan uang yang diberikan oleh Fenny Frans ||tangkaplayar_reelsFennyFrans
Krisdayanti menerima saweran: Krisdayanti di panggung dengan tumpukan uang yang diberikan oleh Fenny Frans ||tangkaplayar_reelsFennyFrans

HARIAN.NEWS,GOWA – Puncak ulang tahun Fenny Frans, salah satu owner kosmetika di Sulsel berlangsung mewah. Digelar Sabtu malam di salah satu hotel berbintang di Makassar, manajemen Fenny frans mampu menghadirkan Krisdayanti salah satu Diva Pop Indonesia.

Penampilan Sang Diva saat menghibur ratusan undangan yang memenuhi Balla room acara, diakui selalu mampu menjadi maghnet.

Namun, disela acara tersebut, sebuah pertunjukan yang seketika memicu perdebatan di jagat media sosial, saat Sang Owner Fenny Frans menyodorkan uang keoada Sang Diva Pop Indonesia, Krisdayanti.

Baca Juga : Pernah Ramai, Fenny Frans Muncul lagi: Labrak hingga Sita Barang-barang eks ART

Saweran yang dilakukan Fenny Frans berupa tumpukan uang kertas bernilai Rp 50 ribu dan tumpukan uang Rp.100 ribu.

Sikap ini menimbulkan kecaman dari beberapa pihak. Menurutnya sikap Krisdayanti yang menerima pemberian uang ( saweran) mencederai predikatnya sebagai salah satu Diva pop ( papan atas) musisi Indonesia.

Naufal Dzakwan, aktivis muda Gowa mengaku kaget akan reaksi seorang KD.

Baca Juga : Cerita Fenny Frans Soal Penyakit yang Menyerang Bunda Ela Sebelum Meninggal Dunia

” Status Diva adalah kasta tertinggi dalam status dirinya sebagai artis sekaligus musisi, sehingga keberadaan saweran di panggung KD mencoreng status Diva, baginya ada martabat yang wajib dijaga oleh Sang Diva yakni Integritas dan pesona khusus sebagai representasi musisi,” ungkap Nauval Dzakwan.

Kritik semacam ini merefleksikan kekhawatiran bahwa seni kini semakin ditakar bukan oleh karya dan ekspresi, tetapi oleh viralitas dan nilai ekonomi instan.

Salah seorang aktivis Musisi Jalanan yang sekaligus Ketua Umum KPJ Gowa, Revin memberikan perspektif dari dunia seni musik itu sendiri. Menurut Revin, persoalan ini tidak semata soal uang, tetapi soal makna seni dan hubungan antara penampil dengan penikmatnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda