Logo Harian.news

Dewan Respon Persoalan Dugaan Bunuh Diri Marak di Mamasa

Editor : Redaksi Selasa, 28 Februari 2023 21:09
Anggota DPRD Mamasa Fraksi PKB, Suhadi Kandoa' (tengah). Ist
Anggota DPRD Mamasa Fraksi PKB, Suhadi Kandoa' (tengah). Ist
APERSI

MAMASA, HARIAN NEWS – Anggota DPRD Mamasa Suhadi Kandoa angkat bicara terkait beberapa kasus yang akhir – akhir ini terjadi di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Kasus yang telah terjadi di tengah-tengah masyarakat ini, adalah masalah yang sangat serius dan perlu perhatian baik dari masyarakat, pemerintah, forkopimda dan lembaga lainnya.

Baca Juga : Komunitas Toraja – Mamasa di Pinrang Labuhkan Dukungan ke DIA

Maraknya masalah terjadinya persoalan dugaan bunuh diri kata Suhadi Kandoa’ dengar dari masyarakat tidak lepas dari berbagai alasan.

“Ada beberapa pemicu yang menyebabkan terjadinya masalah bunuh diri diantaranya mulai dari masalah dalam kehidupan seperti masalah keluarga, keuangan, hingga perundungan, stres dan depresi,” katanya Selasa (29/02/23).

“Dari beberapa pemicu yang menyebabkan terjadinya kasus bunuh diri ini tidak lepas dari faktor lingkungan, keluarga, dan personal,” Sambung Suhadi Kandoa’.

Baca Juga : Wanita Muda Asal Mamasa, Sulbar Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri

Oleh sebab itu, Suhadi Kandoa berharap agar pemerintah bisa turun tangan ke lapangan untuk melakukan kajian dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terualang di masa masa mendatang.

“Apalagi saat ini kita dihadapkan dengan dampak terjadinya inflasi global yang ikut mempengaruhi perputaran ekonomi di tengah tengah masyarakat, yang g susah kita hindari,” sambungnya.

“Ini paling rawan yang menyebabkan terjadinya kasus bunuh diri. Karena ketika kebutuhan ekonominya tidak tercapai maka pelaku dengan spontan bisa mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri,” bebernya.

Baca Juga : Hujan Akibatkan Longsor di Desa Orobua, Gilingan Padi Warga Ikut Tertimbun

“Selain masalah diatas, ada juga masalah sosial yang dapat mendorong seseorang melakukan bunuh diri. Beberapa pemicunya mulai dari dikucilkan, bullying pada remaja atau orang dewasa, hingga dikhianati sahabat atau pasangan,” lanjut Suhadi Kandoa’.

Dengan mencelakai diri sendiri, beberapa dari mereka berpikir bahwa tindakan tersebut dapat menyadarkan orang-orang yang menyakitinya.

“Harapan saya marilah kita semua saling mengingatkan kalau persoalan bunuh diri ini bukanlah solusi yg terbaik dan tepat untuk menyelesaikan masalah,” tandasnya.

Baca Juga : Kontraktor Ancam Segel Dua Sekolah di Desa Tondok Bakaru Mamasa

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda