HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Memerankan tokoh dalam film yang berlatar perjuangan aktivis menjelang Reformasi 1998 bukan perkara mudah. Dian Sastrowardoyo dan Reza Rahadian harus melalui proses riset dan pendalaman karakter untuk menerjemahkan kisah dalam novel Laut Bercerita ke dalam bahasa visual film.
Dian yang memerankan Kasih Kinanti atau Kinan mengatakan proses pendalaman karakter dilakukan dengan membaca novel karya Leila S. Chudori, termasuk mempelajari bacaan-bacaan yang menjadi bagian dari kehidupan tokoh yang diperankannya.
Menurut Dian, Kinan digambarkan sebagai sosok yang gemar membaca. Karena itu, dia turut membaca sejumlah buku yang dalam cerita menjadi bacaan karakter tersebut.
“Jadi saya dapat info karakter Kinan itu juga suka membaca. Ada beberapa bacaan yang memang dia serap, itu juga saya coba serap,” ujar Dian saat ditemui awak media di Pizza Hut MTOS Makassr, Selasa (03/11/2026).
Sementara itu, Reza Rahadian yang memerankan Biru Laut melakukan pendalaman melalui pembacaan novel, naskah, hingga berdiskusi langsung dengan penulis Leila S. Chudori dan sutradara Angga Dwimas Sasongko.
Reza mengaku pengalamannya terlibat dalam proyek film pendek Laut Bercerita pada 2017 juga membantunya mengenal karakter Biru Laut lebih awal.
Proses riset tidak berhenti pada membaca naskah. Para pemain juga berkesempatan bertemu dan mewawancarai sejumlah aktivis yang terlibat dalam peristiwa 1998.
Dari pertemuan tersebut, mereka mendapatkan gambaran mengenai suasana yang dialami para aktivis saat itu, termasuk kekhawatiran sehari-hari dan alasan mereka memilih terlibat dalam gerakan.
Reza mengatakan, sejumlah aktivis yang mereka temui memiliki pengalaman pribadi menyaksikan ketidakadilan. Pengalaman itulah yang kemudian mendorong mereka untuk aktif menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Pendalaman emosi juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” ucapnya.
Dian mengungkapkan salah satu adegan yang paling menguras emosinya adalah ketika kelompok Winatra mulai mencurigai adanya pengkhianatan dari orang dalam.
Situasi tersebut membuat karakter Kinan harus menyusun strategi untuk menyelamatkan teman-temannya, termasuk memisahkan mereka ke sejumlah tempat.
Adegan perpisahan di terminal menjadi salah satu bagian yang paling mencekam bagi Dian karena menggambarkan ketakutan ketika harus berusaha menyelamatkan orang-orang terdekat.
Sementara Reza mengaku salah satu adegan paling emosional baginya adalah ketika karakter Biru Laut mengetahui siapa sosok yang mengkhianati perjuangan kelompoknya.
Menurut Reza, pengkhianatan dari orang yang selama ini berada dalam perjuangan yang sama menghadirkan luka yang sangat dalam.
Di luar proses pendalaman karakter, Dian dan Reza juga membangun kedekatan dengan para pemain lain untuk menciptakan hubungan yang lebih alami di dalam film.
Dian bahkan menginisiasi sesi berbagi cerita agar para pemain yang belum saling mengenal dapat lebih terbuka satu sama lain.
Bagi Dian, keterbukaan dapat tumbuh ketika seseorang terlebih dahulu bersedia membuka dirinya kepada orang lain.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
