HARIAN.NEWS,GOWA – Pemkab Gowa sudah bergerak, lewat Darmawangsyah Muin, Wakil Bupati Gowa menemukan langsung di lapangan adanya kegiatan perambahan hutan di kawasan hutan lindung.
Langkah Pemkab Gowa seketika menuai dukungan dari hampir semua elemen masyarakat Gowa.
Harapan selanjutnya kini ditujukan ke kantor parlemen Gowa. Dimana DPRD dianggap sebagai representasi suara hati masyarakat belum juga bergerak.
Baca Juga : Hoaks atau Klarifikasi? Menguji Integritas dan Tanggung Jawab Publik
Aksi dan pernyataan parlemen Gowa masih hening dan terkesan bungkam, padahal realita di lapangan tindakan perambahan hutan lindung di Gowa kian massif.
Lagi lagi, Forum Pemerhati Pembangunan Daerah ( FPPD ) Sulsel berharap suara nurani masyarakat Gowa dapat disuarakan para wakilnya.
” Publik menunggu sikap DPRD Gowa, mitranya sudah bergerak duluan dan kami berharap parlemen tidak menutup mata apalagi masuk angin, kami yakin 45 anggota DPRD Gowa masih memiliki empati terhadap keselamatan hutan Gowa,” tegasnya.
Baca Juga : Perambahan Kawasan Hutan Lindung Gowa, selain Ancam Peradaban, Satwa Anoa pun Terancam Punah
Sebelumnya, Muhammad Nawir Kalling aktivitas mahasiswa yang juga merupakan putera asli Tombolo Pao menuturkan ada jejak keterlibatan oknum di Departemen Kehutanan dalam tindakan perambahan hutan di Gowa.
” Mereka bergerak berkelompok, melibatkan beragam pihak, dan para pelaku memakai alat berat ( ekskavator) saat melakukan penebangan hutan, ini tidak boleh dibiarkan dan DPRD Gowa memang tidak bungkam atau tutup mata atas perambahan hutan ini, ingat potensi bencana alam membayangi kita di Gowa dan Makassar,” ungkap Muh. Nawir Kalling.
Kedua aktivis ini berharap Polres Gowa dapat menindak tegas para pelaku. ” Kami yakin dan bangga dengan kinerja Polres Gowa, di bawah kendali Kapolres Gowa kita yakin akan semua pelaku akan diproses,” yakin keduanya. ***
Baca Juga : Usai Pastikan Ada Masalah di Kawasan Hutan Erelembang, KPH Jeneberang Perlahan Sisir Kecamatan Lain
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
