“Mereka bebas bergerak, seolah hukum ini hanya bualan. Jika aparat bungkam, kekuatan rakyat harus bangkit,” tegas Nawir.
Gowa Bisa Kehilangan Identitas Alamnya
Baca Juga : Pemuda Gowa Dirikan Rumah Baca dan Gerakkan Aksi Iklim, Kini Masuk Nominator Kalpataru 2026
Hilangnya pohon pinus yang membentang dari Gunung Bawakaraeng hingga Gunung Lompobattang bukan sekadar soal pemandangan.
Ini tentang identitas, sumber air, paru-paru hijau, dan daya tarik wisata yang menjadi andalan warga Gowa.
Kini, suhu Malino yang dulunya menusuk dingin tak lagi terasa. Hutan-hutan yang dulu menjadi penyaring udara kini hanya menyisakan batang-batang gundul dan tanah merah yang kering.
Baca Juga : Forum Solidaritas Kontraktor dan Aplikator Sulsel Gelar Perkemahan “Menembus Batas” di Gowa
Bila tak ada aksi nyata, kisah Gowa yang asri hanya akan hidup dalam buku cerita anak-anak kita kelak.
Saatnya Bergerak: Selamatkan Hutan Gowa Sekarang Juga
Kerusakan hutan Gowa adalah alarm bagi kita semua. Jika tidak sekarang, kapan lagi?
Baca Juga : Melalui CSR, Pegadaian Salurkan Bantuan Renovasi Masjid di Bissoloro Gowa
Gerakan penyelamatan harus datang dari semua lini—pemerintah, masyarakat, aktivis lingkungan, dan media. Jangan biarkan mafia hutan mengubah Gowa menjadi tanah tandus tanpa warisan hijau.
Karena jika pohon terakhir tumbang, hanya kenangan yang akan tertinggal.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
